51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

UNAIR Kukuhkan Komitmen Kelas Dunia dengan Peresmian Tujuh Gedung Baru

Peresemian 7 gedung baru UNAIR yang diresmikan oleh Prof Brian Yuliarto. (Foto: Humas)
Peresemian 7 gedung baru UNAIR yang diresmikan oleh Prof Brian Yuliarto. (Foto: Humas)

UNAIR NEWS “ 51¶¯Âþ (UNAIR) menandai babak baru pengembangan infrastruktur dengan meresmikan tujuh gedung baru. Peresmian tersebut berlangsung secara seremonial pada Kamis (25/9/2025) yang bertempat di Hall Gedung Manajemen lantai 1, Kampus MERR-C UNAIR. 

Acara yang dihadiri langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof Brian Yuliarto PhD ini jadi bukti nyata kemandirian dan kemajuan institusi. Dalam sambutan Rektor UNAIR, Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin menegaskan peresmian gedung ini tak hanya memperluas lanskap kampus, tapi juga memperkuat fondasi untuk menjadi universitas kelas dunia.

œSekali lagi saya ucapkan syukur Alhamdulillah bahwa 7 gedung yang akan diresmikan Pak Menteri ini pembiayaannya tidak menggunakan dana APBN. Kami menggunakan dana dari 51¶¯Âþ sendiri atau menggunakan Dana Masyarakat sehingga pembangunan ini tidak membebani APBN, terangnya.

Gedung yang diresmikan ini terdiri dari empat gedung di Kampus MERR-C UNAIR dan tiga gedung yang berada di Kampus Dharmawangsa-B UNAIR. Ketujuh gedung tersebut yaitu: ; Gedung Nani; Gedung Dormitory; Gedung Workshop;  Gedung A.G. Pringgodigdo; Gedung Soetandyo; dan Masjid Nuruzzaman. 

Peresemian 7 gedung baru UNAIR yang diresmikan oleh Prof Brian Yuliarto. (Foto: Humas
Peresemian 7 gedung baru UNAIR yang diresmikan oleh Prof Brian Yuliarto. (Foto: Humas)

Dalam pemaparannya, Prof Brian Yuliarto menyampaikan apresiasi tinggi atas kemandirian finansial UNAIR dalam pembangunan ini. Ia menekankan bahwa pencapaian ini patut menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain, baik negeri maupun swasta. 

œ51¶¯Âþ tentu menjadi contoh nyata bahwa kampus menjadi pusat unggulan. Kampus tidak lagi menggantungkan diri pada UKT mahasiswa, apalagi yang S1. Tetapi banyak hal bisa diupayakan oleh kampus untuk melakukan pertumbuhannya secara mandiri, sebutnya. 

Menteri juga mendorong agar kampus semakin bersinergi aktif dengan industri demi mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemandirian bangsa. œKampus harus menjadi lokomotif munculnya kebangkitan ekonomi di Indonesia. Silahkan kita pilih, bisa masuk ke sektor pertanian, ketahanan pangan, bisa masuk kesehatan, dan lainnya, tambahnya.

Sementara itu, Rektor UNAIR periode 2015-2025, Prof Dr Mohammad Nasih SE MT Ak menjelaskan kilas balik perjalanan pembangunan selama masa kepemimpinannya. Ia mengungkapkan bahwa keberhasilan pembangunan yang tidak membebani APBN merupakan hasil dari pengelolaan anggaran yang efektif dan produktif.

œDan sekali lagi, itu bukan karena saya, bukan karena rektornya. Kami selalu menyampaikan bahwa itu karena bukan penghematan, bukan efisiensi, tapi bagaimana kita efektif untuk kemudian mendistribusikan anggaran yang tidak terlalu besar, ungkapnya. 

Penulis: Mohammad Adif Albarado

Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT