51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

In Silico Studi, Sintesis dan Aktivitas biologi Senyawa Turunan Khalkon sebagai Kandidat Antibakteri

In Silico Studi, Sintesis dan Aktivitas biologi Senyawa Turunan Khalkon sebagai Kandidat Antibakteri
Sumber: Akuarium Laut

Publikasi di jurnal internasional tentang In silico studi, sintesis dan aktivitas biologi senyawa turunan khalkon sebagai kandidat antibakteri telah dilakukan dengan author Suzana, dari Fakultas Farmasi Unair, NIP 196509271992032002. Sintesis menggunakan metode reaksi kondensasi Claisen Schmidt dengan microwave iradisi, sedangkan doking molekul menggunakan reseptor target enzim yang terlibat dalam biosintesis dinding sel bakteri dengan metode Molegro Virtual Docker 5.0. Publikasi pada jurnal internasional yaitu Journal of Chemical Health Risks (2024), Nomor 14 issue 4, halaman 1931-1937. URL

Pengembangan obat merupakan sektor yang berkembang cepat. Metode sintesis secara tradisional/konvensional melalui reaksi organik sering membutuhkan temperatur yang tingg dalam waktu yang lama. Penggunaan iradiasi gelombang mikro dapat mengatasi permasalahan ini dan lebih ramah lingkungan. Penyakit infeksi disebabkan oleh bakteri merupakan salah satu penyakit yang prevalensinya dominan di Indonesia, Pengembangan obat antibakteri baru sangat diperlukan akibat terjadinya resistensi obat. Turunan khalkon merupakan senyawa yang diketahui memiliki berbagai aktivitas biologis diantaranya sebagai antikanker,antioksidan dan antibakteri.

Tujuan penelitian mensintesis turunan khalkon dan memprediksi aktivitasnya sebagai antibakteri khususnya terhadap bakteri dengan mekanisme penghambatan sintesis dinding sel. Sintesis turunan khalkon menggunakan reaksi kondensasi Claisen Schmidt. Hasil sintesis berupa senyawa 2-metoksikhalkon, 2,4-dimetoksikhalkon, 2,2™,4-trimetoksikhalkonbenzoilthiourea dan 2,4,4™-trimetoksikhalkon diidentifikasi menggunakan spektroskopi UV-Vis, inframerah dan NMR.  Hasil reaksi memberikan senyawa serbuk putih dengan prosentase hasil reaksi masing-masing sebesar 90%, 91%, 95% dan 88%, titik lebur masing-masing sebesar 70-71oC, 73-75oC, 105-106oC dan 100-102oC. Doking senyawa menggunakan reseptor enzim enoil inhibitor PDB.1C14. Hasil doking menunjukkan senyawa 2,4,4™-trimetoksikhalkon diprediksi memberikan efek antibakteri  yang paling tinggi dengan score doking -13,3859 kcal/mol. Hasil uji antibakteri terhadap bakteri Gram positf (Bacillus subtillis) dan Gram negatif (Escherichia coli), senyawa 2,4,4™-trimetoksikhalkon juga memberikan aktivitas antibakteri paling tinggi diantara ke empat turunan khalkon tersebut. dengan MIC masing-masing sebesar 7,8 mg/ml.

Penulis: Dr. Suzana, dra., Apt., M.Si.

Link:

Baca juga: Sintesis Hijau Nanopartikel Perak dengan Bioreduktan Serbuk Jeruk Nipis sebagai Agen Antibakteri

AKSES CEPAT