51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Increased Thyroid Hormone Levels in Pesticide Sprayer at Agricultural Area

Foto oleh migrantclinician.org

Dewasa ini pemakaian pestisida kimia semakin tidak dapat dihindari, terlebih untuk sector pertanian dan perkebunan. Keandalan pestisida kimia dalam membunuh organisme pengganggu tanaman menjadi daya tarik bagi petani untuk terus menggunakannya. Terlebih tuntutan konsumen agar buah dan sayuran terlihat sempurna tanpa cacat, semakin memperkuat motivasi petani memakai pestisida agar hasil produk pertanian diterima masyarakat luas. Fakta ini didukung oleh data yang dikeluarkan oleh organisasi dunia yang menangani pangan, yakni FAO (Food and Agricultural Organizatation) menyatakan bahwa dalam kurun waktu 1990 “ 2017 telah terjadi peningkatan pemakaian pestisida sebanyak 2,01 miliar ton.

Sebagai bahan kimia beracun, pestisida ini akan memberikan dampak negative yang luar biasa pada kesehatan manusia serta lingkungan. Organofosfat merupakan pestisida yang paling beracun terhadap makhluk hidup bertulang belakang yang dapat menyebabkan kematian. Paparan organofosfat dalam dosis tinggi dan secara terus menerus akan menganggu hormon endokrin sehingga berefek terhadap system organ tubuh, salah satunya adalah hormon tiroid. Studi yang dilakukan di Thailand menunjukkan bahwa petani konvensional yang menggunakan pestisida kimia berisiko memiliki kadar hormon tiroid 1,6 kali lebih besar dari pada petani organik. Ironisnya, paparan pestisida kimia ini juga dapat mengenai anggota keluarga lain. Sebuah penelitian di Mexico menunjukkan bahwa ibu hamil banyak yang memiliki kadar hormone tiroid sangat tinggi karena suaminya bekerja di pertanian.

Kondisi tersebut menjadi dasar kami untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam pada populasi petani. Sebanyak 150 responden terpilih bersedia berpartisipasi dengan pembagian 100 responden sebagai kelompok kontrol yang tidak pernah terpapar pestisida sedangkan 50 responden adalah petani/penyemprot pestisida. Serum darah responden diambil sebanyak 5ml kemudian di uji di laboratorium. Variabel kesehatan yang menjadi fokus peneliti adalah hormon TSH, T3 dan T4. Hasil analisis secara statistik menunjukkan bahwa ketiga hormon tiroid tersebut sangat signifikan berbeda konsentrasinya antara kelompok kontrol dan petani. Selain itu, dari analisis risiko pada kelompok petani, yang menjadi faktor determinan untuk memberikan pengaruh pada hormone tiroid adalah umur, masa kerja, penggunaan alat pelindung diri, posisi tubuh saat melakukan penyemprotan dan jenis pestisida.

Rata-rata responden petani memang telah berusia diatas 50 tahun karena ini merupakan pekerjaan turun temurun. Mereka mulai bekerja diladang saat berusia remaja. Sehingga akumulasi pestisida di dalam tubuh memang telah terjadi puluhan tahun. Selain itu dahulu mereka sangat abai terhadap pemakaian alat pelindung diri serta posisi tubuh saat menyemprot. Situasi ini juga semakin menambah potensi masuknya pestisida ke dalam tubuh. Hasil wawancara menunjukkan bahwa memakai APD akan menambah beban tubuh dan tidak leluasa dalam bergerak. Bahkan ketika menyemprot pun mereka tidak pernah memperhatikan arah angin serta bagaimana posisi tubuh harus menyesuaikan arah semprotan karena akan memakn waktu lebih lama serta menguras tenaga. Alhasil saat menyemprot, dapat dipastikan tubuh basah oleh pestisida. Mereka merasa yakin tubuhnya sehat dan baik “ baik saja karena masih sanggup untuk bekerja di ladang.

Sebagai mata pencaharian utama, para petani bekerja terus menerus, bahkan untuk buah dan sayuran yang berproduksi sepanjang musim. Mereka sangat berisiko tinggi mengalami keracunan pestisida kimia. Memang untuk saat ini menjalankan pertanian tanpa pestisida kimia dapat dikatakan sangat mustahil, sehingga sangat diperlukan peer group yang konsisten dalam memberikan pemahaman bahaya pestisida.

Penulis : Aditya Sukma Pawitra, S.Km., M.Kl

Judul : Increased Thyroid Hormone Levels In Pesticide Sprayer At Agricultural Area

LINK ARTIKEL :

Publish : Vol 17 No 1 Tahun 2022

Kesmas (National Public Health Journal) “ Scopus Q4

AKSES CEPAT