51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Efektivitas Pengasuhan untuk Membentuk Karakter pada Remaja

Foto oleh HuffPost

Remaja merupakan aset penting dari suatu bangsa. Secara tahap perkembangan, remaja adalah suatu masa yang terjadi setelah masa kanak “ kanak dan sebelum memasuki masa dewasa.  Karakter pada remaja, tumbuh dan berkembang sesuai dengan ruang sosialisasi remaja yang bersangkutan.   Perkembangan karakter remaja sendiri di mulai sejak masa anak “ anak; dalam pengasuhan orang tua dan keluarga.   Kemudian sejalan dengan bertambahnya usia, remaja meluaskan fungsi sosialisasinya ke lingkup sekolah, teman bermain, komunitas, dan media sosialisasi lain yang lebih luas yakni masyarakat. Untuk dapat menjadi pribadi dewasa yang ideal, maka di perlukan fondasi yang kuat dari masa sebelumnya yakni remaja dan anak “ anak.   Hal ini berarti bahwa remaja yang tangguh dan berkarakter memiliki pijakan yang kuat saat memasuki masa dewasa dan berkontribusi di masyarakat.  Remaja dengan karakter positif   tampak dari sikap dan perilaku yang diperlihatkannya.   Kedamaian hati, tidak suka berkonflik, meghargai orang lain dan lingkungan , serta memiliki kesadaran yang baik merupakan beberapa sikap dan perilaku dari remaja dengan karakter positif.  Karakter “ karakter positif demikian, akan menjadikan remaja dengan mudah bersosialisasi dan diterima masyarat.

Namun demikian, dalam kenyataannya tidak semua remaja tumbuh, berkembang dan menunjukkan karakter  positif yang demikian.  Banyak remaja yang tumbuh dan menampakkan perilaku yang sebaliknya.   Banyak remaja bersikap agresif, emosional, nakal bahkan sampai dengan tindak kriminal.   Banyak juga remaja yang kurang mampu menghargai orang lain, menanag sendiri, dan tidak memiliki empati pada sesama. Lebih lanjut bahkan sering juga ditemui remaja yang kurang memiliki kesadaran dalam bersosialisasi, egois dan mau menang sendiri. Bagaimana remaja kurang sekali memiliki rasa hormat terhadap sesama siapapun itu baik pada orang tua, orang lebih dewasa terlebih terhadap orang yang dibawah usia mereka. Remaja “ remaja demikan, dapat dikategorikan sebagai remaja yang kurang berkarakter atau memiliki karakter negatif.  Karakter negatif ini sangat berbahaya karena bukan merupakan fondasi yang kuat bagi kemajuan suatu bangsa.

Berdasarkan fenomena  permasalahan tersebut diatas, muncul pertanyaan mengapa remaja dapat tumbuh dengan karakter positif dan juga karakter  negatif ?  Faktor apa  yang mempengaruhi perkembangan karakter remaja ?   Maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengasuhan terhadap pembentukan karakter pada remaja.

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan melalui survey.   Desain riset Survey ini dirancang  untuk mengetahui dan menekankan pada penentuan hubungan sebab dan akibat.

Populasi dalam penelitian ini adalah siswa sekolah menengah pertama (SMP). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan cluster random sampling.

Sejumlah 415 siswa SMP berpartisipasi sebagai sampel penelitian. Sampel laki“laki sebanyak 164 orang, dan sampel perempuan  sebanyak 251 orang.

Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini untuk pengumpulan data berupa Skala. Skala pertama yakni Skala Pembentukan Karakter pada Remaja, dan Skala kedua yakni Skala Pengasuhan Orang Tua.

Skala Pembentukan Karakter pada Remaja dan Skala Pengasuhan  Orang Tua dibagikan kepada 415 siswa melalui google.form.  Setelah data dari 415 remaja tersebut terkumpul, kemduian dianalisis menggunakan analisis regresi linier sederhana. 

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengasuhan tidak berkontribusi secara signifikan terhadap pembentukan karakter pada remaja.  Hasil penelitian ini juga membuktikan bahwa pembentukan karakter pada remaja lebih dipengaruhi oleh faktor “ faktor lain di luar keluarga.  Faktor “ faktor lain di luar keluarga tersebut diantaranya adalah teman pergaulan, teman sekolah, dan lingkungan  sosial yang lebih luas yakni masyarakat.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengasuhan tidak berkontribusi secara signifikan terhadap pembentukan karakter pada remaja.  Hasil penelitian ini sejalan dengan teori  sosialisasi remaja ( Hurlock, Santrock).  Perkembangan sosial pada masa remaja  merupakan masa yang unik, masa pencarian identitas diri dan ditandai dengan perkembangan fisik dan psikis anak.  Pada masa ini sosialisasi anak lebih luas dan berkembang tidak hanya ke dalam ruah, namun sudah mulai keluar rumah. Penelitian “ penelitian sebelumnya juga memberikan hasil bahwa pengasuhan berkontribusi tidak signifikan terhadap pembentukan karakter pada remaja.

Hasil penelitian ini juga membuktikan bahwa pembentukan karakter pada remaja lebih dipengaruhi oleh faktor “ faktor lain di luar keluarga.  Teori sosialisasi pada remaja (Santrock)  menunjukkan bahwa remaja meluaskan pergaulannya sejalan dengan bertambahnya usia. Riset“riset juga menguatkan pemahaman bahwa pembetukan karakter pada remaja sangat dipengaruhi oleh lingkungan pergaulan remaja di luar rumah. Implikasi dari penelitian ini adalah adanya faktor “ faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam pembentukan karakter pada remaja. Faktor “ faktor lain di luar keluarga tersebut diantaranya adalah teman pergaulan, teman sekolah, dan lingkungan  sosial yang lebih luas yakni masyarakat.

Kesimpulannya adalah Pembentukan karakter pada remaja di pengaruhi secara tidak signifikan oleh pengasuhan orang tua. Pembentukan karakter remaja di pengaruhi oleh sumber“sumber sosial. Lingkungan pergaulan, lingkungan sekolah dan masyarakat membentuk karakter remaja. Remaja dengan karakter kuat, akan memampukannya dalam berkehidupan bermasyarakat. Remaja dengan karakter kuat akan menjadi fondasi yang kuat bagi masa depan suatu bangsa.

Penulis: Prof. Dr. Fendy Suhariadi, Drs., M.T.

Link:

AKSES CEPAT