51动漫

51动漫 Official Website

Indeks Pembangunan Gender dalam Perspektif Pendekatan Spasial

Indeks Pembangunan Gender Indonesia dalam Perspektif Pendekatan Spasial
Sumber: Kompas

Isu gender menjadi fokus global karena ketimpangan dalam hak-hak dan kontribusi laki-laki dan perempuan dalam pembangunan. Pencapaian Indeks Pembangunan Gender (IPG) menjadi tolok ukur penting dalam upaya mencapai kesetaraan gender dan pembangunan manusia yang inklusif di Indonesia. Jika IPG memiliki nilai kurang dari 100, itu menandakan adanya ketidakseimbangan gender dalam pencapaian pembangunan manusia. Menurut data IPG di Indonesia tahun 2020 yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), pencapaian IPG sebesar 91,06 yang menandakan adanya penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu 91,07, angka tersebut tidak mencapai target yang ditetapkan dalam Rencana Strategis Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) tahun 2020-2024, yang menargetkan pencapaian IPG sebesar 91,21. Analisis IPG dapat dilakukan dengan pendekatan spasial, dimana model ini memungkinkan memperoleh hasil yang berbeda-beda sesuai karakteristik wilayah masing-masing sehingga dalam pengambilan kebijakannya fokus ke masing-masing wilayah.

Dalam konteks pengembangan IPG, pendekatan ini dapat memberikan wawasan yang mendalam tentang bagaimana faktor-faktor pembangunan gender saling berinteraksi di antara wilayah-wilayah di Indonesia. Berdasarkan hasil studi untuk memodelkan IPG di Indonesia dengan pendekatan regresi spasial dengan variabel-variabel yang diduga mempengaruhi IPG didapatkan model terbaik dalam pemodelan IPG di Indonesia adalah model regresi spasial error dengan nilai AIC sebesar 154,950 dan nilai R2 sebesar 0,6643 yang mengartikan bahwa terdapat ketergantungan antara nilai kesalahan di satu wilayah dengan nilai kesalahan di wilayah lain yang berdekatan secara spasial. Terdapat empat variabel yang signifikan mempengaruhi IPG yaitu Angka Buta Huruf Perempuan, Indeks Pemberdayaan Gender, Persentase Keterlibatan Perempuan di Parlemen, dan Persentase Perempuan dengan Posisi Manajerial. Analisis spasial mengungkapkan adanya korelasi dan heterogenitas spasial antar wilayah, menyoroti pentingnya mempertimbangkan aspek spasial dalam merancang kebijakan untuk meningkatkan pembangunan gender di Indonesia.

Penulis: Dita Amelia, S.Si., M.Si.

Link:

Baca juga: Ancaman Berbahaya Bagi Diskursus Kesetaraan Gender di Asia Pasifik

AKSES CEPAT