51动漫

51动漫 Official Website

Informasi Obat yang Tertera pada Etiket dalam Pelayanan Resep Obat Tetes Mata di Apotek Surabaya

Pemberian etiket pada obat resep merupakan salah satu tahapan yang tidak dapat dilewatkan oleh apoteker dalam tahap dispensing karena memuat informasi mengenai penggunaan obat. Etiket berguna bagi pasien untuk menghindari adanya medication error. Tidak adanya pedoman atau standar khusus mengenai informasi pada etiket menjadikan keberagaman isi informasi dalam etiket di tiap apotek. Pada penelitian ini dipilih sediaan tetes mata karena sediaan ini memiliki kemungkinan informasi yang lebih banyak daripada sediaan oral. Hal ini dikarenakan penggunaan obat tetes mata didasarkan pada mata sebelah mana yang perlu diteteskan dan berapa jumlah tetesannya sesuai dengan instruksi dokter. Selain itu informasi mengenai period after opening juga perlu dicantumkan karena umumnya pada saat ini sediaan obat tetes mata merupakan sediaan jadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi obat yang tertera pada etiket dalam pelayanan resep obat tetes mata di apotek Surabaya.  

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Berdasarkan dimensi waktunya, rancangan penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Sampel diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling dan pengumpulan data dilakukan dengan metode simulated patient. Checklist dibuat berdasarkan acuan dari 淔IP Guidelines for The Labels of Prescribed Medicines yang telah disesuaikan dengan Peraturan Menteri Kesehatan no. 73 th. 2016 digunakan untuk meneliti informasi tersebut.

Populasi yang diteliti berjumlah 557 apotek dan yang dikunjungi sebanyak 138 apotek. Sampel yang menyerahkan obat berjumlah 105 apotek sedangkan yang memberikan etiket sebanyak 83 apotek. Dari hasil pengamatan, didapatkan informasi-informasi yang paling banyak muncul di antaranya nama apotek (100,0%), Alamat apotek (95,2%), rute administrasi (86,7%), instruksi dosis individu (100,0%), dan tanggal penyerahan (88,0%). Kemudian indikator yang paling sedikit muncul di antaranya nomor SIK (3,6%), bentuk sediaan (2,4%), jumlah obat (4,8%), tanggal kedaluwarsa (1,2%), dan instruksi penyimpanan (2,4%). Menurut aspek legalitas, nomor SIK sudah tidak berlaku lagi berdasarkan Permenkes RI No. 889/MENKES/PER/V/2011. Sehingga informasi ini sudah tidak umum untuk dicantumkan dalam etiket karena yang berlaku saat ini adalah SIPA dan SIA.

Dapat disimpulkan bahwa pemberian informasi pada etiket merupakan salah satu hal penting dalam mencapai keberhasilan terapi obat dan menghindari terjadinya medication error. Sediaan tetes mata perlu dijaga keamanan dan efikasinya, sehingga period after opening penting untuk dicantumkan dalam etiket. Masih terdapat beberapa informasi penting yang seharusnya dicantumkan dalam etiket. Oleh karena itu, perlu adanya pedoman atau standar untuk pelabelan obat resep. 

Penulis: Frenido Aryanto, Syahrul Wahyudi, Arie Sulistyarini, Ana Yuda , Mufarrihah

Jurnal: Profile of eye drops labelling of pharmacies’ prescription service in Surabaya

AKSES CEPAT