51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Injectable Nanogel Centella Asiatica Dan Ekstrak Punica Granatum Dengan Fotobiomodulasi Sebagai Terapi Periodontitis

Periodontitis adalah kondisi inflamasi kronis progresif yang terutama disebabkan oleh biofilm oral disbiotik. Kondisi ini menyebabkan kerusakan ireversibel pada ligamen periodontal dan tulang alveolar, yang mengakibatkan kehilangan gigi dan gangguan fungsi oral. Penyakit ini tetap menjadi beban global yang signifikan karena patogenesisnya yang multifaktorial dan korelasi yang kuat dengan penyakit sistemik seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular. Scalling dan root planing (SRP) merupakan standar emas dalam perawatan dengan menghilangkan biofilm subgingiva secara mekanis. Keterbatasan muncul ketika terapi mekanis gagal menghilangkan patogen di kantong yang dalam dan kompleksitas anatomi. Terapi tambahan telah dikembangkan untuk mendukung SRP melalui aksi antimikroba dan modulasi host. Senyawa berbasis tumbuhan telah mendapatkan pengakuan karena biokompatibilitasnya, toksisitas rendah, dan efek multifungsinya.

Punica Granatum (delima) menyediakan tanin yang dapat dihidrolisis, termasuk punicalagin dan asam ellagic, yang menunjukkan aktivitas antimikroba dengan mengganggu membran bakteri dan menghambat pembentukan biofilm. Manfaat antiinflamasi juga diamati melalui modulasi jalur sitokin. Centella Asiatica (gotu kola) memberikan sifat regeneratif melalui triterpenoidnya, seperti asiatikosida dan madekasosida. Senyawa-senyawa ini merangsang proliferasi fibroblas, sintesis kolagen, dan angiogenesis, yang mendukung penyembuhan jaringan periodontal. Penggunaan sinergis P. granatum dan C. asiatica menargetkan pengurangan mikroba dan perbaikan jaringan. Aksi fitoterapi gabungan menawarkan strategi tambahan yang komprehensif dalam penanganan periodontitis.

Nanogel injeksi berfungsi sebagai platform pengiriman canggih untuk perawatan terlokalisasi. Nanogel memiliki kadar air yang tinggi, ukuran pori yang dapat disesuaikan, dan sensitivitas terhadap pemicu lingkungan. Fitur-fitur ini memungkinkan pelepasan bioaktif yang berkelanjutan, penetrasi yang dalam ke dalam biofilm, dan retensi yang lebih lama di lokasi penyakit [8]. Studi menunjukkan bahwa nanogel yang mengandung P. granatum dan C. asiatica meningkatkan efikasi antimikroba dan hasil klinis bila digunakan dengan SRP.

Terapi fotobiomodulasi (PBMT) meningkatkan penyembuhan jaringan melalui iradiasi laser atau LED tingkat rendah. Terapi ini merangsang produksi ATP mitokondria, mengurangi stres oksidatif, dan mendorong angiogenesis, aktivitas fibroblas, serta remodeling kolagen [10,11]. Efek antiinflamasi dicapai melalui penurunan regulasi sitokin seperti IL 1β dan TNF-α. Integrasi PBMT dengan terapi nanogel meningkatkan bioaktivitas lokal, meningkatkan penetrasi obat, dan mempercepat regenerasi jaringan. [12] Tinjauan ini bertujuan untuk mengevaluasi formulasi, kinerja antimikroba, dan kapasitas regeneratif nanogel injeksi yang mengandung C. asiatica dan P. granatum, serta untuk menyelidiki manfaat tambahan dari fotobiomodulasi dalam perawatan periodontitis.

Formulasi nanogel injeksi yang menggabungkan C. asiatica dan P. granatum menawarkan pendekatan aksi ganda yang terarah untuk periodontitis dengan memberikan fitokimia antimikroba dan regeneratif langsung ke dalam poket periodontal. Jaringan hidrogel berskala nano membengkak saat kontak dengan cairan sulkus gingiva, meningkatkan mukoadhesi, memperpanjang waktu tinggal, dan memfasilitasi penetrasi yang dalam ke dalam biofilm yang mengandung Porphyromonas gingivalis, yang biasanya refrakter terhadap terapi konvensional.

Penggabungan terapi fotobiomodulasi (PBMT) dengan nanogel injeksi semakin memperkuat efek ini. Cahaya merah hingga inframerah dekat (630“980 nm) menembus gingiva yang mengandung gel dan menstimulasi sitokrom c oksidase mitokondria, meningkatkan produksi ATP dan meningkatkan pelepasan punicalagin, asam ellagik, asiatikosida, dan madekasosida yang terkontrol di lokasi peradangan . Penghantaran ganda ini memperkuat aksi bakterisida P. granatum yang mengganggu membran dan mempercepat proliferasi fibroblas yang dimediasi C. asiatica. PBMT juga mengatur regenerasi yang digerakkan oleh sel punca.

Disimpulkan bahwa Nanogel injeksi yang mengandung ekstrak Punica Granatum dan Centella Asiatica memberikan aksi ganda yang terfokus terhadap patogen periodontal dan mendukung regenerasi jaringan inang melalui penetrasi biofilm yang ditingkatkan dan pelepasan fitokimia yang berkelanjutan. Fotobiomodulasi tambahan memperkuat manfaat terapeutik ini dengan meningkatkan produksi ATP mitokondria, memodulasi inflamasi, dan mendorong respons osteogenik dan fibroblastik. Pendekatan ini secara sinergis menghentikan kerusakan periodontal dan memfasilitasi penyembuhan jaringan terstruktur, menyoroti perlunya uji klinis untuk memvalidasi dan mengoptimalkan platform perawatan terintegrasi ini.

Keywords: Injectable Nanogel; Centella Asiatica; Punica Granatum; Periodontitis; Photobiomodulation; Antimicrobial

Link Journal :

AKSES CEPAT