51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Inovasi Alendronat Lokal pada Pengobatan Patah Tulang

Penambatan Molekuler Beta Tricalcium Phosphate
Ilustrasi patah tulang (Foto: Halodoc)

Dalam aplikasi ortopedi, bahan berbasis PLA telah banyak digunakan sebagai perangkat fiksasi tulang (bone fixator). Bentuk bone fixator yang telah berkembang antara lain: bioscrew, pin, ring, dan lain sebagainya. Bahan berbasis PLA dipilih untuk fiksasi internal karena kekuatan mekanik dan daya serapnya yang baik, dan tidak membutuhkan pembedahan sekunder pada pasien.

Patah tulang adalah permasalahan kesehatan global dengan angka kejadian yang tinggi. Kondisi ini membutuhkan perbaikan tulang sekaligus perangkat pemfiksasi tulang. Bioscrew dirancang untuk membuat sekrup (screw) yang ramah radiasi, yang mampu dipasang dengan aman hingga tulang menyatu kembali, kemudian mampu terdegradasi dan digantikan oleh tulang baru.

Screw dari bahan biologi berbasis PLA membutuhkan pengisi biomaterial lain dan bahan aktif yang mendukung perbaikan tulang. Hidroksiapatit (HA) adalah biomaterial seramik yang memiliki struktur mirip tulang manusia dan mampu mengganti mineral jaringan tulang. Bovin hidroksiapatit (BHA) adalah HA yang berasal dari tulang sapi. Gelatin adalah biopolimer yang dapat memperkuat hidroksiapatit dan BHA serta mengatur pelepasan obat. Alendronat adalah obat golongan bifosfonat yang banyak dipilih untuk defek tulang, seperti patah tulang hingga osteoporosis.

Penambahan glutaraldehid dibutuhkan sebagai cross-link agent yang meningkatkan ketahanan terhadap degradasi. Tanpa glutaraldehid, bahan pengisi PLA yaitu alendronat, gelatin, dan hidroksiapatit akan terdegradasi segera setelah pengujian degradasi. Selain itu, bioscrew dengan glutaraldehid menghasilkan kekuatan tarik dan kuat tekan yang lebih baik dibandingkan tanpa glutaraldehid.

Sumber: Samirah, Yasmin NK, Budiatin AS, Ratri DMN, Fauziyah AN, Aryani T, Shinta DW. (2024) Mechanical characterisation of polylactic acid-alendronate bioscrew in different concentrations of glutaraldehyde. Pharmacy Education, 24(3), p. 101“104.

AKSES CEPAT