Kanker payudara menduduki peringkat tertinggi jenis kanker yang diderita oleh wanita di seluruh dunia dan menjadi penyebab kematian tertinggi akibat penyakit tersebut. Prevalensinya mengalami peningkatan setiap tahunnya dan sampai Oktober 2024 dilaporkan terdapat 310.720 penderita baru di Amerika Serikat. Progresivitas dalam metastasis dan resistensi terhadap pengobatan antikanker menjadi factor penambah penyebab kematian pasien. Selain itu terdapat pergeseran usia penderita kanker payudara yang terjadi pada wanita premenopouse dalam satu dekade terakhir ini. Berbagai penyebab yang menimbulkan terjadinya kanker payudara telah teridentifikasi meskipun belum secara keseluruhan. Penyebab ini akan menentukan pilihan terapi untuk mendapatkan outcome pengobatan yang optimal. Sampai saat ini pendekatan terapi kanker payudara dilakukan dengan tindakkan pembedahan, penggunaan agen sitostatika termasuk antibodi dan RNA serta radiasi.
Berbagai penelitian yang dilakukan oleh beberapa kelompok riset kanker telah menghubungkan perkembangan kanker payudara dengan mekanisme imunitas dalam tubuh baik bersifat seluler maupun humoral. Pemberian sel tertentu misalnya sel NK atau dendritik dapat membunuh sel kanker yang tumbuh tidak terkendali. Demikian juga dengan penggunaan antibodi terhadap protein marker pada permukaan sel yang tumbuh tidak normal atau RNA dapat menghambat aktivitas proliferase dan meningkatkan apoptosis sel kanker.
Penelitian dan kajian terhadap beberapa sitokin proinflamasi yang dilakukan di Fakultas Farmasi 51动漫 termasuk interleukin-1 (IL-1), interleukin-6 (IL-6), dan faktor tumor necrosis-伪 (TNF-伪) menunjukkan korelasi yang erat dengan perkembangan dan progresivitas kanker payudara. Sitokin ini dapat mengubah perilaku sel kanker atau lingkungan mikro dengan mengaktifkan jalur pensinyalan tertentu. Sitokin tersebut mengendalikan durasi dan intensitas respons inflamasi dan imunitas. IL-1, IL-6, dan TNF-伪 secara signifikan memengaruhi proliferasi, angiogenesis, kelangsungan hidup dan metastasis pada kanker payudara dengan mengendalikan aktivitas jalur PI3K-PKB/Akt, JNK, IL-6/JAK/STAT3, Ras/Raf, AKT, MAPK, dan NF-魏B. Mereka juga memodulasi TME dengan mendorong produksi komponen matriks ekstraseluler dan merangsang perekrutan sel imun. Untuk itu pengembangan senyawa aktif yang mampu menghambat aktivitas sitokin proinflamasi atau signaling pathway nya akan dapat menghambat proliferasi dan meningkatkan terjadinya apoptosis sehingga diferensiasi dan angiogenesis tidak terjadi.
Tentu saja temuan ini berpotensi untuk memandu pengembangan terapi yang ditargetkan yang dapat meningkatkan prognosis dan hasil pengobatan untuk pasien kanker payudara. Menghambat sitokin proinflamasi ini dan downstream signaling pathway nya dapat menjadi strategi yang menjanjikan untuk menekan perkembangan dan progresi kanker payudara. Dengan demikian penghambatan sitokin proinflamasi pada patogenesis kanker payudara menjadi strategi terapi yang lebih efektif.
Penulis : Amad A Al-Qubati, Mahardian Rahmadi, Tri Widiandani, Jamal Naseer Al-Maamari, dan Junaidi Khotib, (2024).
Link :





