UNAIR NEWS – Mahasiswa 51动漫 (UNAIR) ciptakan aplikasi mobile terintegrasi AI untuk keselamatan berkendara pekerja. Inovasi itu berhasil membawa mereka meraih bronze medal Indonesia Inventor Day (IID) World Invention and Technology Expo (WINTEX) kategori information communication technology/IOT and APPS/ educational and teaching tools materials. Puncak penghargaan tersebut berlangsung di Smesco Hall, Jakarta Selatan, Kamis-Minggu (11-14/9/2025).
Tim Drivetyguard tersebut beranggotakan berbagai disiplin ilmu yang terdiri dari Ibrahim Al Khowwas (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), Marriemanuelgizella Jufeliend (Akuntansi), Sophia Rizqina Fardhani dan Imamul Azis (Farmasi), serta Putria Marsha Naura (). Tim ini juga berkolaborasi dengan mahasiswa Universitas Indonesia (UI), dan Telkom University. Mereka mendapatkan bimbingan juga dari Tofan Agung Eka Prasetya PhD dan Dr Neffrety Nilamsari SSos MKes.
Menurut penjelasan Ibrahim, kolaborasi ini bermula dari sebuah Komunitas Kopi Ilmiah Airlangga yang ia gagas sebagai ruang diskusi mahasiswa. Dari forum itulah, tercetusnya ide menciptakan inovasi keselamatan berkendara, yang berkembang menjadi tim multidisiplin dan lintas universitas.
Inovasi Keselamatan Berkendara
Inovasi yang diusung aplikasi safety driving terintegrasi AI untuk keselamatan berkendara pekerja. Aplikasi tersebut memungkinkan perusahaan memonitor kepatuhan penggunaan APD serta kondisi berkendara pekerja secara. 淜ami menggagas inovasi ini karena tingginya kasus kecelakaan di jalan raya akibat beberapa faktor. Seperti tidak memakai APD berkendara, berangkat dalam keadaan injury time, dan berkendara dalam kondisi tidak aman, ujarnya.

Selama pameran berlangsung, tim Drivetyguard mendapatkan perhatian luas dari pengunjung internasional. Para juri juga memberikan apresiasi atas keakuratan aplikasi yang digagas. Hingga juri itu berharap dapat segera diterapkan di perusahaan-perusahaan di Indonesia.
Persaingan Ketat
Lebih lanjut, mereka tetap percaya diri meskipun bersaing dengan peserta dari 24 negara, termasuk profesor dan asosiasi internasional yang telah meraih banyak penghargaan dunia. 淜ami kaget karena kompetitor kami bukan hanya mahasiswa. Tetapi juga profesor dengan invensi yang sudah punya paten dan klien besar seperti Samsung dan Hyundai, ungkap Ibrahim.
Bagi tim Drivetyguard, kemenangan ini bukan sekadar penghargaan, tetapi juga pengalaman berharga. Ibrahim menuturkan bahwa ketegangan sempat terasa saat sesi awarding berlangsung karena melihat kualitas kompetitor yang begitu tinggi. Namun, semua terbayar ketika timnya dipanggil untuk menerima bronze medal.
Ke depan, tim ini menargetkan untuk mengikuti kompetisi internasional bergengsi seperti Korea, Jepang, dan negara lainnya. Mereka juga berharap dapat mengembangan lagi fitur aplikasi agar lebih relevan dengan kebutuhan perusahaan. 淜ami juga membuka kesempatan bagi para perusahaan dunia atau perusahaan lokal Indonesia apabila ingin menggunakan aplikasi kami bisa untuk contact lebih lanjut, sebutnya.
Penulis: Adinda Octavia Setiowati
Editor: Yulia Rohmawati





