UNAIR NEWS – Dalam rangka memperingati hari kelahiran nabi Muhammad SAW, 51动漫 (UNAIR) selenggarakan peringatan Maulid Nabi. Acara ini berlangsung di Masjid Nuruzzaman Kampus Dharmawangsa-B pada Kamis (18/9/2025). Kegiatan bermula dengan lantunan ayat suci Al-Qur檃n dan pembacaan sholawat Simtudduror.
Cinta dan Teladan Rasul
Acara tersebut turut menghadirkan tausiyah dari Ustaz Afri Andiarto, SM MM. Dalam tausiyahnya ia menekan pentingnya meneladani Rasulullah dalam keseharian. Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini terselenggara seperti tanpa membawa rasa dendam maupun kebencian, mencerminkan keadaan penghuni surga. 淪emoga kenyamanan yang kita rasakan malam ini dapat terus terjaga sampai kita nanti bersama-sama di surganya Allah, ujarnya.

Tak hanya itu, Afri juga mengingatkan pentingnya bersyukur. Salah satunya mengamalkan adab bersin sesuai dengan hadis Shahih Bukhari. Pada hadis tersebut, Imam Abu Dawud ketika mendengar orang yang bersin mengucapkan Alhamdulillah, yang dijawab dengan Yarhamukallah. Kemudian, dibalas dengan doa Yahdikumullah. Bagi Imam abu dawud hal tersebut terlihat istimewa dan menganggap hal itu besar di hadapan Allah.
Dari kisah tersebut Afri menggarisbawahi bahwa jika ingin mulia di hadapan Allah maka jangan meremehkan hal-hal kecil yang sebenarnya bernilai besar. Sesuatu yang tampak sepele bagi sebagian orang dapat memiliki nilai besar jika berkaitan dengan Allah dan Rasulullah. Misalnya, dengan menjaga sholat tepat waktu.
Perkuat Cinta pada Rasul
Lebih lanjut, ia juga menekankan bahwa peringatan Maulid Nabi merupakan momen untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW. Ia mengutip ungkapan seorang ulama, bahwa hanya orang yang benar-benar mencintai yang akan menyebut nama orang yang mereka cintai dalam doa. Hal itu ditunjukkannya dengan kisah dari Sayyidah Aisyah RA yang menggambarkan besarnya perhatian Rasulullah kepada umatnya dengan redaksi doa yang sama terpanjatkan kepada Aisyah setelah selesai sholat.
Kemudian, ia juga menyampaikan harapan agar majelis malam itu menjadi pemantik kesungguhan, rasa cinta, dan rindu kepada Rasulullah. Menurutnya, bentuk cinta kepada nabi bisa dimulai dari mengenal pribadi beliau dengan baik. 淜alau kita ingin cinta kepada rasul, kita harus kenal Rasulullah. Kenali Rasulullah dan jangan menganggap hal itu tidak penting. Perhatikan Sunnah rasul sekecil apa pun. Seperti doa bercermin, doa masuk kamar mandi, tegasnya.
Penulis: Adinda Octavia Setiowati
Editor: Yulia Rohmawati





