Cedera meniskus merupakan cedera yang disebabkan oleh tekanan atau gaya terhadap lutut. Biasanya cedera yang ditemukan adalah lesi pada meniskus medial (peringkat cedera lutut internal paling umum kedua), yang memerlukan intervensi bedah pada 80% kasus. Karena metode pemulihan cedera meniscus terbilang bukan hal yang mudah, scaffold merupakan metode yang umum digunakan untuk cedera meniscus. Scaffold meniskus harus menghasilkan konstruksi yang mampu menyerupai jaringan asli dan berfungsi untuk menunjang hingga selesainya proses remodeling. Scaffold perlu mereplikasi jaringan asli semirip mungkin dari segi komposisi, struktur, dan fungsinya sehingga dapat mentransfer fungsi pemuatan untuk sepenuhnya menggantikan jaringan yang baru terbentuk setelah proses degradasinya. Scaffold memberikan dukungan sementara untuk struktur meniskus yang rusak untuk memungkinkan transfer stres dan degradasi seiring waktu. Scaffold bukanlah implan permanen sehingga harus didegradasi agar sel dapat memproduksi Ekstra Seluler Matriks (ECM) sendiri. Bahan yang digunakan dalam pembuatan scaffold harus aman, yaitu tidak menunjukkan respon inflamasi, imunogenisitas ekstrim atau sitotoksisitas terhadap sel dan organ asli. Biokompatibilitas melibatkan kontribusi aktif yang mencakup interaksi jaringan dan sistem kekebalan tubuh, serta mendukung aktivitas biologis dan fungsional tubuh. Jenis bahan yang digunakan untuk scaffold meniskus antara lain bahan alami, komponen matriks ekstraseluler (ECM), polimer sintetik (seperti poliuretan (PU), asam poliglikolat (PGA), poli ( asam laktat-asam glikolat (PLGA) dan poli(蔚-kaprolakton) (PCL)) dan hidrogel.
Biomaterial alami seperti kolagen memiliki akan lebih mudah diterima oleh tubuh namun memiliki sifat mekanik yang lebih rendah jika dibandingkan dengan polimer sintetik. Meskipun polimer sintetik bersifat biokompatibel, namun memiliki resiko peradangan yang signifikan. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini meneliti mengenai material yang dapat diterima tubuh dan memiliki mekanik yang baik, salah satunya PCL. PCL merupakan polimer alifatik semikristalin linier yang telah dikenal selama puluhan tahun di bidang biomedis. Sifat PCL yang sulit untuk melakukan degradasi, sehingga digunakan dalam berbagai aplikasi, seperti sistem penghantaran obat, jahitan, dan baru-baru ini dalam rekayasa jaringan, sebagai bahan perancah untuk regenerasi jaringan jantung, jaringan tulang, dan jaringan pembuluh darah yaitu memungkinkan produksi scaffold. PCL dipilih karena sifat fisik dan kimianya seperti permeabilitas tinggi namun laju degradasi lambat, titik leleh rendah, sifat viskoelastik, mudah bercampur dengan bahan lain. Selain itu, teknik pencetakan 3D dan fabrikasi nanofiber elektrospun lebih cocok untuk regenerasi meniskus guna meningkatkan afinitas polimer.
Pada kajian literatur dalam review yang merupakan tugas akhir S2 Teknik Biomedis dari Lale Rozykulyyeva menunjukkan scaffold meniskus berbasis polimer PCL untuk regenerasi cedera meniskus secara in vivo sesuai untuk meningkatkan proliferasi sel, biokompatibel, dan regenerasi jaringan.Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan PCL potensial sebagai penanganan cedera meniskus.
Penulis: Prihartini Widiyanti
Artikel: https://doi.org/10.1063/5.0111407





