Cedera adalah masalah kesehatan yang paling umum terjadi di seluruh dunia. Jenis cedera yang sering ditemukan adalah patah tulang. Penyebab utama terjadinya patah tulang adalah kecelakaan, baik kecelakaan kerja maupun kecelakaan lalu lintas. Angka kasus patah tulang di Indonesia cukup besar yaitu mencapai 300 hingga 400 kasus per bulan. Patah tulang umumnya ditangani dengan metode bedah ortopedi. Dokter bedah ortopedi mereposisi fragmen tulang dengan fiksasi eksternal dan internal menggunakan alat fiksasi patah tulang seperti sekrup dan pelat tulang. Sekrup tulang harus memenuhi standar khusus untuk digunakan sebagai alat fiksasi fraktur.
Berdasarkan hal tersebut penelitian ini membuat sekrup tulang menggunakan Poli(1,8-Octanediol-co-Citrate) (POC) dan hidroksiapatit (HA). Poli(1,8-Octanediol-co-Citrate) (POC) merupakan salah satu dari beberapa bahan polimer yang menjanjikan untuk digunakan sebagai alat fiksasi. POC bersifat biokompatibel, tidak beracun, memiliki durasi degradasi yang dapat diatur dan sifat mekanik yang dapat disesuaikan, serta tidak mahal. Bahan lain yang dapat mendukung sifat polimer POC adalah hidroksiapatit (HA) yang bersifat biokompatibel dan bioaktif. Dengan sifatnya yang getas, HA dapat mendukung sifat elastis POC menjadi lebih keras dan kuat sehingga meningkatkan potensinya untuk diaplikasikan pada aplikasi jaringan keras.
Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Prihartini Widiyanti, drg., M.Kes., S.Bio, Edric Hernando, S.T, Dhea Saphira Salsabila, S.T dan Salwa Almas Shalihah, S.T., menggunakan metode Analisis Elemen Hingga untuk memprediksi hasil pengujian eksperimen dan simulasi implementasi. Pada model fraktur tulang femur, dilakukan uji coba simulasi penerapan menggunakan sistem fiksasi sekrup pelat POC-HA. Simulasi pembebanan statis dilakukan secara vertikal, horizontal, dan torsional. Hasil simulasi penerapan POC-HA pada patah tulang femur menunjukkan bahwa POC-HA mempunyai kinerja yang cukup baik dengan memungkinkan terjadinya gerakan mikro yang dapat bermanfaat dalam pemulihan patah tulang. Berdasarkan h asil pengujian pada simulasi analisis elemen hingga ini dapat menunjukkan potensi POC-HA sebagai alat fiksasi biodegradable bone screw.
Penulis: Prihartini Widiyanti
Jurnal:





