51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Inovasi Kontroler Motor UNAIR Lolos Pendanaan PKM-KC

Tim Magnet Beranggotakan Fisco Muhammad Firdaus (Kiri Atas), Devin Nanda Restu Putra (Kanan Atas), Imanuddin Wahyu Saputra (Kiri Bawah), dan Asseghaf Bintang Ramadhani (Kanan Bawah) (Foto: Dokumentasi Pribadi)
Tim Magnet Beranggotakan Fisco Muhammad Firdaus (Kiri Atas), Devin Nanda Restu Putra (Kanan Atas), Imanuddin Wahyu Saputra (Kiri Bawah), dan Asseghaf Bintang Ramadhani (Kanan Bawah) (Foto: Dokumentasi Pribadi)

UNAIR NEWS “ Tim Magnet PKM 51¶¯Âþ (UNAIR) berhasil lolos pendanaan PKM-KC besutan Kemendikbud Ristek. Tim tersebut beranggotakan Fisco Muhammad Firdaus, Devin Nanda Restu Putra, Imanuddin Wahyu Saputra, dan Asseghaf Bintang Ramadhani. Keempatnya berinovasi di bidang otomotif dengan mengusung produk andalan, yaitu Permanent Magnet Synchronous Motor Controller. 

Kontroler adalah perangkat elektronik yang digunakan untuk mengendalikan operasi motor listrik. Kontroler ini dirancang untuk kendaraan listrik dan mengutamakan fungsi yang optimal. Berbeda dengan perangkat lainnya, kontroler ini menggunakan daya yang minimal daripada kontroler konversi lainnya.

“Kontroler dapat meminimalisir daya motor listrik bergerak, sehingga lebih efisien dalam konsumsi dayanya,” ujar Fisco.

Fisco menambahkan, kontroler ini juga dilengkapi dengan logger data yang dapat memonitor konsumsi daya, kapasitas baterai, dan kecepatan motor listrik. “Logger data ini memberikan kemudahan dalam memantau dan mengelola performa kendaraan listrik secara real time,” tambahnya.

Pengembangan kontroler ini dimulai dengan studi literatur hingga proses pembuatan konsep dan desain alat sebelum masuk tahap pembuatan prototipe. “Prototipe memungkinkan kami membuat replika sederhana untuk mengevaluasi hasil sebelum menuju desain final,” jelas Fisco.

Setelah desain final diperoleh, proses berlanjut dengan pembuatan papan penghubung dan perakitan komponen. Selanjutnya, akan ada uji sinyal untuk mengetahui frekuensi, tegangan, dan kapasitas kontroler.

Anggota tim, Imanuddin Wahyu melanjutkan, uji sinyal ini penting untuk memastikan alat bekerja sesuai spesifikasi. “Uji sinyal ini penting untuk memastikan alat bekerja sesuai spesifikasi yang diinginkan,” kata Imanuddin.

Tahapan proses diakhiri dengan pengujian validitas menggunakan mobil listrik Rasena sebagai objek penelitian. “Validasi alat menjadi tantangan besar, terutama dalam menyelaraskan hardware, firmware, dan software sesuai jadwal PKM,” ujar Devin Nanda Restu Putra menambahkan.

Pada akhir, Asseghaf yang juga merupakan anggota tim berharap, melalui pengembangan produk untuk PKM, inovasinya dapat berguna untuk meningkatkan penggunaan kendaraan listrik sesuai target pemerintah. “Kami ingin kontribusi kami ini membantu percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia,” ujar Asseghaf.

Penulis: Venni Tanujaya

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT