51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa UNAIR Gagas Inovasi Pengobatan Kanker Payudara

Tim PKM UNAIR (Dok Istimewa)

UNAIR NEWS – Lima mahasiswa dari 51动漫 (UNAIR) berhasil mendapatkan program pendanaan PKM. Pendanaan tersebut mereka peroleh lewat inovasi bertajuk Formulasi SNEDDS (Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System) dari Kombinasi Ekstrak Biji Jinten Hitam dan Ekstrak Daun Jambu Biji sebagai Anti Kanker Payudara.

Penelitian ini berasal dari gagasan Reihan Ananta Noor Baihaqi, Anjar Fatmawati, Dihan Asnafin Fadhila, Rivia Ghina Rahmi, dan Farhan Hanang Ichsanto. Lima mahasiswa itu mendapat bimbingan dari Prof apt Rr Retno Widyowati SSi MPharm PhD selaku dosen di Fakultas Farmasi 51动漫.

Jenis kanker dengan jumlah penyintas terbanyak di Indonesia adalah kanker payudara dengan jumlah kasus baru sebesar 65.858 kasus. Menurut prediksi WHO (World Health Organization) kanker payudara di Indonesia akan terus meningkat hingga mencapai 81% pada tahun 2040. 

Saat ini, pengobatan kanker payudara masih dominan menggunakan metode kemoterapi. Selain harganya yang mahal, pengobatan kanker payudara berbasis kemoterapi juga cenderung tidak selektif karena menyerang sel-sel normal. Hal itu dapat mengakibatkan muncul rambut rontok, kelelahan hebat, mual, bengkak, nyeri, reaksi kulit, dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, peluang penggunaan obat alam menjadi pilihan untuk mengurangi dampak pengobatan.

Kandungan senyawa dalam ekstrak biji jintan hitam berupa Timokuinon berpotensi menjadi agen antikanker. Salah satu cara meningkatkan efektivitas timokuinon sebagai antikanker payudara adalah lewat kombinasi dengan ekstrak daun jambu biji. Namun, kombinasi kedua ekstrak tersebut memiliki permasalahan kelarutan yang rendah sehingga perlu ada sebuah inovasi berupa SNEDDS (Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System).

Reihan, selaku ketua tim, mengungkapkan bahwa SNEDDS hadir sebagai solusi permasalahan formulasi agar efektivitasnya sebagai antikanker payudara dapat ditingkatkan sehingga dapat meningkatkan keberhasilan terapi. 淧enelitian ini melalui beberapa tahap. Mulai dari uji determinasi bahan, ekstraksi, optimasi formula, karakterisasi SNEDDS, hingga uji in silico dan in vitro, ungkap Reihan. 

Harapannya inovasi SNEDDS yang mereka kembangkan bisa menjadi alternatif pengobatan kanker payudara yang efektif dan efisien. Tim PKM-RE FF UNAIR juga berharap penelitian ini dapat terus berkembang hingga tahap uji klinis dan dapat memberikan manfaat nyata bagi penderita kanker payudara di Indonesia dan dunia.

Penulis: Tim PKM

Editor: Edwin fatahuddin Ariyadi Putra

Baca Juga: Mahasiswa UNAIR Gagas Inovasi Sistem Monitoring Bioflok

AKSES CEPAT