UNAIR NEWS “ Tren olahraga lari yang menjamur di kalangan masyarakat ternyata belum beriringan dengan edukasi nutrisi pemulihan yang memadai. Menjawab keresahan tersebut, tim mahasiswa , Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) 51¶¯Âþ (UNAIR) menciptakan inovasi bertajuk “Reco+”.
Inovasi ini berhasil mengantarkan tim yang beranggotakan Hidayah Nur Valentine, Wahdatil Izzah, Amanda Fatma Zuraidah, M. Athalah Riby, dan M. Danish Azka meraih Juara 3 Nasional sekaligus Gold Medal kategori Gizi dan Kesehatan pada ajang Ignite Future Fest 2026. Kompetisi National Essay & Business Plan ini persembahan dari Futura Innovation Hub bekerja sama dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada 4“5 April 2026.
Solusi Pemulihan Bertahap Pasca-Lari
Hidayah Nur Valentine menjelaskan bahwa Reco+ hadir untuk meminimalkan risiko overtraining dan cedera akibat kurangnya nutrisi setelah beraktivitas berat. Reco+ terdiri dari dua rangkaian produk, yakni minuman dan jelly, yang memanfaatkan bahan lokal seperti pisang, jahe, dan gula aren.
“Kami merancang sistem pemulihan bertahap. Produk minuman dikonsumsi pada 0“15 menit pasca-lari, kemudian dilanjutkan dengan produk jelly. Kombinasi bahan alami ini efektif mempercepat proses recovery tubuh serta memberikan efek anti-inflamasi,” ujar Valentine.
Aspek Bisnis dan Kelayakan Investasi
Sebagai mahasiswa FEB, tim Reco+ tidak hanya fokus pada kesehatan, tetapi juga menyusun rencana bisnis yang matang dan berorientasi profit. Mereka menghitung secara detail struktur permodalan yang berasal dari kontribusi tim, dana hibah, hingga investor.
Berdasarkan analisis finansial, proyeksi Net Present Value (NPV) produk ini mencapai Rp140.494.512. “Dengan Payback Period hanya 0,4 tahun dan indeks profitabilitas di atas satu, kami memastikan bahwa Reco+ sangat layak dijalankan sebagai unit bisnis yang menguntungkan,” ungkap Valentine.
Hadapi Tantangan Riset Bahan Alami
Perjalanan meraih prestasi ini bukannya tanpa hambatan. Tim sempat kesulitan mengolah pisang yang cepat membusuk serta tekstur jelly yang sulit masuk ke dalam kemasan. Melalui riset mandiri, mereka akhirnya menemukan teknik pengukusan pisang sebelum proses penghalusan agar lebih awet, serta mengubah tekstur menjadi “jelly lumut” agar praktis untuk konsumsi.
Atas pencapaian ini, Valentine dan tim berharap inovasi mereka dapat meningkatkan kesadaran para pelari akan pentingnya nutrisi pemulihan. “Kami ingin membuktikan bahwa mahasiswa Ekonomi Islam mampu melahirkan inovasi produk kesehatan yang memiliki nilai ekonomi tinggi,” pungkasnya.
Penulis: Fauziah Laili Romadhon
Editor: Ragil Kukuh Imanto





