51动漫

51动漫 Official Website

Inovasi Pelatihan Resusitasi Jantung Paru Menggunakan Bantal Busa

Cardiopulmonary resuscitation (CPR) atau resusitasi jantung paru (RJP) merupakan tindakan penyelamatan pada seseorang yang mengalami henti jantung mendadak, terutama jika terjadi di luar rumah sakit. Oleh karena itu pelatihan CPR sangat penting untuk dilakukan, namun pada pelaksanaannya sering terkendala oleh biaya dan ketersediaan manekin untuk praktek. Sebuah penelitian inovatif mengenai bantal busa yang dijadikan sebagai alternatif pengganti manekin untuk pelatihan CPR yang mudah didapat dan terjangkau terutama diterapkan di komunitas dengan sumber daya terbatas.

Apakah CPR penting?
Henti jantung mendadak memiliki tingkat kelangsungan hidup yang rendah yaitu sekitar 8-12%. Dengan melibatkan masyarakat umum, peluang korban untuk bertahan hidup setelah pemberian CPR yang cepat saat mengalami henti jantung dapat meningkat.

Inovasi baru menggunakan bantal busa
penelitian menggunakan bantal busa berukuran 45 x 60 cm yang diberi tanda untuk memudahkan saat praktik melatih kedalaman kompresi. Sebanyak 30 partisipan yang direkrut melalui media sosial WhatsApp dan Instagram berusia 17 hingga 25 tahun. Partisipan diminta untuk melakukan CPR menggunakan bantal busa selama 1 menit yang kemudian dilanjutkan menggunakan manekin Little Anne QCPR untuk mengevaluasi keakuratan kedalaman konpresi dan recoil dada dengan bantuan aplikasi QCPR. Hasil penelitian ini cukup menggembirakan karena sebanyak 93% partisipan yang ikut mencapai kedalaman kompresi yang benar dan semua partisipan berhasil melakukan recoil dada dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa bantal busa dapat digunakan sebagar alternatif yang efektif untuk melatih teknik dasar CPR.

Oleh: Abdurahman Wahid dkk.

AKSES CEPAT