51动漫

51动漫 Official Website

Ketidakberhasilan Pengobatan Tuberkulosis Paru

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberkulosis. Penyakit ini menjadi penyebab utama kematian terkait infeksi di seluruh dunia, dengan kemiskinan menjadi faktor predisposisi. Tingginya angka kejadian dan sulitnya penanganan pencegahan penyakit ini disebabkan oleh upaya medis (penyakit penyerta, asupan mikronutrien, dll) serta faktor non-medis (pengetahuan rendah, kurangnya keluarga dukungan, ketidakpatuhan minum obat), yang semuanya menyebabkan kegagalan dalam pengobatan tuberkulosis. Individu yang terkena tuberkulosis pada umumnya tinggal dalam lingkungan yang tidak sehat dan kurang bersih.

Epidemi tuberkulosis paru paling sering terjadi pada orang lanjut usia dan bersifat progresif meningkatkan kejadiannya seiring dengan bertambahnya usia. Kehadiran penyakit penyerta seperti HIV, diabetes melitus, dan keganasan sering dikaitkan dengan kegagalan menyembuhkan tuberkulosis paru. Mengenali penyakit penyerta pada pasien TB penting untuk memastikan diagnosis dini dan meningkatkan tatalaksana.

Faktor medis dan faktor non medis menjadi penyebab tingginya kesulitan pengobatan tuberkulosis. Kepatuhan terhadap pengobatan TBC sangat penting untuk mendapatkan hasil pengobatan yang sukses, mengendalikan penyebaran dan mencegah resistensi obat.

Hasil penelusuran pustaka, menunjukkan bahwa usia lanjut, adanya penyakit komorbid, rendah vitamin C, indeks massa tubuh (BMI) rendah, dan ketidakpatuhan dalam berobat merupakan faktor yang dapat menyebabkan kegagalan pengobatan tuberkulosis paru. Oleh karena itu, peran tenaga kesehatan dan dukungan dari keluarga pasien sangat penting untuk memberikan dukungan kepada pasien TBC agar patuh terhadap pengobatan.

Penulis : Hasrah Junaidi, , Annis C. Adi, Iskandar Arfan dan Prehatin T. Ningrum
Dimuat di : African Journal of Reproductive Health
Vol 28. No. 10s tahun 2024
https://www.ajrh.info/index.php/ajrh/article/view/4964

AKSES CEPAT