51动漫

51动漫 Official Website

Inovasi Peningkatan Kinerja Perusahaan dengan Kehadiran Veteran (Ex-Military) sebagai Komisaris Independen

Sumber foto: okezone.com
ilustrasi perusahaan (foto: okezone.com)


Masalah keagenan, saling ketergantungan dan ketidakpastian lingkungan, serta kepemimpinan dari dewan direksi perlu ditangani atau diminimalkan dengan memiliki dewan komisaris yang memainkan peran pengawasan. Latar belakang, karakteristik, dan pengalaman unik dewan komisaris (board of commissioners atau BOC) akan memengaruhi dan melengkapi keputusan dewan direksi, sehingga personel eksternal sebagai anggota independent dengan pendidikan dan keahlian yang memadai sebagai dewan komisaris sangat dibutuhkan. Salah satu alternatif dalam tata kelola yang baik adalah mempekerjakan veteran (ex-military) sebagai dewan komisaris.
Atribut dan minat veteran relevan dengan karier sipil. Kondisi lingkungan yang tidak menentu, risiko yang menantang, pihak eksternal, dan banyaknya lingkungan eksternal yang terlibat, sangat sesuai dengan keterampilan dan pengalaman yang dimiliki oleh veteran untuk melakukan pemantauan. Selain itu, veteran lebih cenderung memiliki sistem nilai dan sikap bawaan selama berkarir di militer, misalnya berkinerja tinggi. Selain keterampilan dan pengalaman pemantauan, saran, dan akses ke pemerintah, komisaris veteran (eks militer) diperlukan untuk mendukung manajemen dalam memecahkan masalah, mengelola ketidakpastian, mencegah kekurangan tenaga kerja, mendorong ketahanan rantai pasokan, mengelola lanskap environmental, social, and governance (ESG) yang berkembang pesat, dan mengembangkan keberlanjutan. Koneksi militer menguntungkan perusahaan dalam konflik dan masalah keamanan dengan mengoordinasikan negosiasi yang lebih mudah dengan masyarakat sekitar, mengamankan perusahaan dari campur tangan, dan menyelesaikan perselisihan.

Karakteristik dan pengalaman dewan komisaris independen veteran saat bertugas dapat memengaruhi kinerja perusahaan. Sebagai bentuk keberagaman dalam dewan komisaris dan representasi pemegang saham, kontrol dan saran yang diberikan oleh komisaris independen veteran, yang mana lebih mungkin mencapai kinerja yang baik daripada manajemen yang tidak melakukan. Nilai-nilai, kompetensi, pengalaman, dan akses komisaris veteran diperlukan untuk menghadapi saling ketergantungan dan ketidakpastian lingkungan serta untuk mendapatkan saran.
Perusahaan-perusahaan Indonesia memberikan kesempatan karir yang luas bagi veteran. Indonesia adalah negara yang memiliki kehadiran militer yang signifikan (Azis et al., 2022). Sejak 1967 (presiden pertama di Indonesia dengan latar belakang militer), personel militer telah memenuhi syarat untuk mencalonkan diri dan dipilih untuk posisi legislatif dan yudikatif, dan memegang banyak jabatan penting dalam perusahaan milik negara (Habib et al., 2018). Peran pengawasan BOC penting bagi perusahaan manufaktur karena ada banyak variasi kegiatan dari input hingga distribusi produk, serta banyak interaksi dengan berbagai pihak (pemasok dan pelanggan). Selain peran pengawasan, peran penasihat dan akses ke pemerintahan BOC sangat penting bagi perusahaan manufaktur yang menghadapi integrasi rantai nilai multinasional dengan negara-negara ASEAN lainnya, serta banyak interaksi dengan berbagai pihak.
Penunjukan individu dengan pengalaman militer sebagai BOC memengaruhi kinerja perusahaan ketika kehadirannya diperlukan. Kehadiran komisaris independen veteran memberikan sumber daya dan kepemimpinan yang berharga dan menguntungkan perusahaan untuk meningkatkan kinerjanya. Peran komisaris independen juga penting dalam membuat keputusan yang objektif dan bertindak secara independen dalam memantau dan mengevaluasi kinerja direktur (Utama et al., 2022). Sebagai agen, komisaris independen veteran dapat melindungi kepentingan pemegang saham. Kehadiran komisaris mantan militer juga membantu menangani konflik dan masalah keamanan, memfasilitasi interaksi yang lebih langsung dengan masyarakat setempat, melindungi bisnis dari gangguan luar, dan menyelesaikan perselisihan (Azis et al., 2022) untuk mengurangi ketidakpastian lingkungan perusahaan. Perusahaan yang terkoneksi dengan militer dapat memperoleh manfaat dari kehadiran mereka. Perusahaan dan pembuat kebijakan yang mengelolanya, terutama di negara-negara yang memiliki pengaruh militer yang signifikan untuk mengembangkan hubungan dengan militer. Pada masa krisis seperti pandemi COVID-19, kinerja perusahaan lebih baik bagi perusahaan yang melibatkan komisaris independen veteran dalam dewan direksi.
Karena kompleksitas bisnis, komisaris independen veteran harus memiliki kolega dengan keterampilan manajemen lain yang diperlukan seperti keuangan, produksi, pemasaran, hukum, dan keterampilan lainnya. Apabila komisaris independen veteran ditunjuk berdasarkan pengalaman kerja sebelumnya, keterampilan dan pengetahuan mereka dalam aspek keuangan dan manajerial suatu perusahaan. Para pimpinan dan regulator perusahaan di Indonesia dapat mempertimbangkan personel veteran sebagai komisaris independen secara berkelanjutan. Kehadiran mantan militer sebagai komisaris independen merupakan sumber daya yang berharga untuk peran pengawasan, yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Perlu adanya keberagaman di antara anggota BOC dalam hal pendidikan, kompetensi, latar belakang pekerjaan, dan pengalaman, dan hal ini juga menghambat promosi kehadiran mantan militer di BOC pada perusahaan manufaktur di negara-negara berkembang.

Penulis: Isnalita
Fakultas Ekonomi dan Bisnis 51动漫, Surabaya, Indonesia
Artikel ini dapat diakses secara lengkap pada: https://jurnal.ugm.ac.id/gamaijb/article/view/82302
Gadjah Mada International Journal of Business, Vol. 27, No. 1 (January-April 2025)
eISSN: 1411-1128
DOI:

AKSES CEPAT