Microtia merupakan kelainan pada telinga luar dapat disebabkan masalah saat dalam kandungan, pascaoperasi, atau traumatik. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa individu dengan microtia mengalami penurunan kepercayaan diri, peningkatan kecemasan, dan kesulitan dalam integrasi sosial.
Dari permasalahan yang ditimbulkan microtia diperlukan pengobatan untuk gangguan pendengaran dan rekonstruksi bedah. Selama beberapa dekade, bedah rekonstruksi daun telinga dilakukan dengan bantuan autogenous rib cartilage graft, namun, teknik pembedahan yang cukup beresiko dan jaringan autologus sangat kompleks dan memerlukan keahlian yang tinggi dalam melakukannya. Penelitian selanjutnya mengenai rekonstruksi implan menggunakan medpor sebagai bahan dari telinga artificial. Namun penggunaan bahan medpor ini dapat berpotensi menyebabkan nekrosis dengan peluang keretakan. Disamping itu telah banyak penelitian mengengai telinga prostetik menggunakan polypropylene fibers dan silicon, namun dalam tahap pembuatannya terbilang sulit.
Berdasarkan beberapa penelitian di atas dibuat sebuah inovasi telinga buatan yang mudah dalam pembuatan, penanganan, serta memiliki sifat yang menyerupai telinga aslinya menggunakan bahan silicon dan zink oksida. Karet silikon (SiR) dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat facial prosthesis yang salah satunya adalah telinga artifisial. Silikon memiliki sifat hidrofobisitas, tegangan permukaan rendah, dan stabilitas kimia dan termal yang dibuktikan dengan biokompatibilitas dan biodurabilitas yang sangat baik dalam banyak aplikasi implan jangka panjang. Sedangkan penggunaan TiO2 sebagai filler pada silikon dapat meningkatkan sifat mekanik, dan menunjukkan ketahanan terhadap sinar UV dan suhu tinggi.
Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Prihartini Widiyanti, drg., M.Kes., S.Bio, Elia Abraham Matualaga, S.T, dan Jan Ady, S.Si, M.Si., menvariasikan konsentrasi TiO2 yaitu 1%, 2%, and 3% dengan SiR untuk mencari konsentrasi TiO颅2 yang paling optimal berdasarkan beberapa uji karakterisasi. Dari hasil uji FTIR menunjukkan bahwa terjadi ikat silang antar kedua bahan. Hasil uji SEM menunjukkan bahwa penambahan nanopartikel TiO2 pada semua persentase mengalami aglomerasi dalam skala mikrometri. Berdasarkan hasil seluruh uji menunjukkan bahwa material SiR-TiO2 dapat menjadi potensial kandidat yang sesuai untuk telinga artifisial.
Penulis: Prihartini Widiyanti
Artikel:





