Infeksi luka telah menyebar secara serius ke seluruh dunia, terutama di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Dasar yang dilakukan Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa prevalensi cedera cenderung tinggi di Indonesia. Oleh karena itu, perawatan luka yang tepat sangat diperlukan untuk mencegah luka dari infeksi atau hal-hal lain yang tidak diinginkan. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengoptimalkan proses penyembuhan luka. Diharapkan bahan pembalut luka yang memenuhi standar dapat dihasilkan dengan menggunakan bahan alami seperti kitosan dan kulit pisang.
Berdasarkan hal tersebut penelitian ini membuat pembalut luka menggunakan bubuk kulit pisang mentah (UBPP) dan kitosan. Pembalut luka modern harus memiliki sifat lembab pada luka sehingga dapat mempercepat fibrinolisis, angiogenesis, mengurangi risiko infeksi, meningkatkan pembentukan faktor pertumbuhan, dan pembentukan sel aktif. Persyaratan bahan pembalut luka adalah tidak beracun, memiliki biokompatibilitas yang baik, tidak menimbulkan alergi, dan yang terpenting, memiliki sifat mekanik yang baik. Salah satu polimer yang sering digunakan dalam aplikasi pembalut luka (wound dressing) adalah kitosan. Kitosan merupakan biopolimer alami yang berasal dari kitin yang merupakan komponen utama dari kerangka krustasea seperti cangkang udang, cangkang kepiting, kepiting, kerang, dll. Kitosan mempunyai sifat yang tidak beracun, anti bakteri, biokompatibel, dan biodegradabel. Sedangkan pisang mentah memiliki lignin yang dapat meningkatkan sifat mekaniknya.
Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Prihartini Widiyanti, drg., M.Kes., S.Bio Andi Bagus Rahmawan, S.T, dan Dyah Hikmawati, S.Si, M.Si., menvariasikan konsentrasi 0, 9, 10, dan 11% UBPP/Kitosan. Hasil dilakukan pengujian FTIR, SEM, kekuatan tarik, sitotoksisitas, pembengkakan, dan antibakteri. Berdasarkan pengujian pada gugus fungsi FTIR, pada konsentrasi 10% berat UBPP menunjukkan adanya interaksi antara bubuk kulit pisang dan kitosan pada panjang gelombang 3174,83 cm-1. Hasil bentuk SEM sampel kitosan/UBPP 10% berat menunjukkan visual permukaan yang baik. Berdasarkan uji kuat tarik terlihat nilai kuat tarik ultimat (UTS) semakin meningkat seiring dengan penambahan konsentrasi bubuk kulit pisang mentah (UBPP). Studi sitotoksisitas menunjukkan bahwa keempat sampel tidak beracun, dengan lebih dari 60% sel hidup. Penambahan bubuk kulit pisang mentah mengurangi sifat penyerapan air. Hasil Uji Antibakteri Hasil sinergis ditunjukkan untuk aktivitas antibakteri tertinggi pada konsentrasi UBPP 11%. Berdasarkan hasil seluruh uji menunjukkan bahwa material UBBP-kitosan dapat menjadi potensial kandidat yang sesuai untuk pembalut luka alami.
Penulis: Prihartini Widiyanti
Artikel:





