UNAIR NEWS “ Mahasiswa BBK 7 menginisiasi pembuatan pupuk organik kering berbahan dasar limbah kotoran domba sebagai wujud kampus berdampak dalam meningkatkan nilai guna limbah peternakan sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat. Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi Desa Padusan, yang mayoritas warganya berprofesi sebagai peternak domba dan kambing, namun limbah kotoran ternak belum dimanfaatkan secara optimal.
Penanggung jawab program kerja BRILiaN FarmLab, Rehan Fitrianto, menuturkan bahwa kotoran domba memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomis. œKotoran domba sebenarnya memiliki nilai guna yang tinggi. Sangat disayangkan jika hanya dibuang atau dibiarkan tanpa pengolahan, padahal dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik kering, ujarnya.
Mengenal Pupuk Organik Kering Kohe Domba
Pupuk Organik Kering Kohe Domba merupakan pupuk padat hasil pengolahan limbah kotoran domba yang telah dikeringkan dan difermentasi secara terkontrol. Pupuk ini dibuat dari kotoran domba yang tidak basah, kemudian dihaluskan dan dicampur dengan EM4 serta larutan gula untuk mempercepat proses penguraian bahan organik.
Sebagai bentuk tindak lanjut program, Tim BBK 7 51¶¯Âþ memperkenalkan pupuk organik kering Kohe Domba kepada peternak lokal pada Minggu (25/01/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Desa Padusan dan diisi dengan sosialisasi proses pembuatan pupuk serta penyerahan buku panduan kepada peternak setempat.
Rehan menjelaskan bahwa buku panduan tersebut disusun agar mudah dipahami dan dapat diterapkan secara mandiri oleh peternak. œBuku panduan ini kami rancang dengan bahasa yang sederhana dan dilengkapi alur pembuatan yang jelas, sehingga peternak lokal dapat mengikuti setiap tahapannya dengan mudah, jelasnya.
Harapan Keberlanjutan
Produk pupuk organik kering Kohe Domba mendapat respons positif dari masyarakat Desa Padusan. Antusias warga, khususnya para peternak, terlihat sejak tahap awal proses pembuatan hingga kegiatan sosialisasi. Selain itu, program ini juga mendapat dukungan dari pihak desa dan pengelola BRILiaN Farm selama pelaksanaan dan pengenalan inovasi kepada masyarakat, sertasejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dan SDG 17 (Partnerships for the Goals).
Rehan bersama tim berharap pupuk organik kering Kohe Domba dapat dikembangkan menjadi produk berkelanjutan yang memberikan manfaat ekonomi bagi warga. œKami berharap pupuk organik kering Kohe Domba ini dapat dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat, baik untuk kebutuhan sendiri maupun sebagai peluang usaha. Melalui panduan yang telah diberikan, kami ingin masyarakat dapat memproduksinya secara mandiri, tuturnya.
Penulis: Dhika Riski Wahyuda





