UNAIR NEWS – Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 51动漫 melaksanakan program kerja SIKAT STUNTING (Strategi Intervensi Kesehatan Anak Terpadu untuk Pencegahan Stunting) di Posyandu Arumdalu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 21 Januari 2026, pukul 09.0010.30 WIB, sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung peningkatan kesehatan ibu dan anak melalui edukasi gizi dan pemanfaatan pangan lokal.
Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak, terutama pada periode 1.000 hari pertama kehidupan. Melalui program ini, mahasiswa BBK 7 memberikan edukasi mengenai pengertian stunting, faktor risiko sejak masa kehamilan, dampak jangka panjang, serta langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sesi edukasi berlangsung interaktif melalui tanya jawab bersama ibu-ibu balita. Beberapa topik yang dibahas antara lain gejala stunting sejak masa kehamilan, cara mengatasi kebiasaan anak makan sambil menggunakan gawai, serta strategi membujuk anak agar mau mengonsumsi sayur. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan ibu-ibu dalam berdiskusi.
Kader Posyandu Arumdalu, Ibu Anna, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. 淚lmu yang disampaikan sangat bermanfaat sebagai tambahan edukasi bagi ibu-ibu. Dengan adanya kegiatan ini kami berharap Desa Sumberagung dapat menuju zero stunting, selaras dengan visi Indonesia Emas 2045, ujarnya.

Mahasiswa KKN-BBK 7 melakukan pembuatan puding jagung di Posko, Sumberagung, Banyuwangi, pada Rabu (21/01/2026) (Foto: Talitha Shira)
Sebagai penguatan materi, mahasiswa BBK 7 juga memberikan penjelasan resep MP-ASI berbahan dasar puding jagung yang mudah dibuat dan memanfaatkan bahan pangan lokal. Hasil olahan puding jagung dibagikan kepada seluruh balita untuk dikonsumsi bersama sebagai contoh MP-ASI sehat dan bergizi.
Salah satu peserta posyandu, Ibu Sri Rusmawati, turut mengungkapkan kesannya. 淢ateri edukasi stunting yang diberikan sangat bagus dan mudah dipahami. Banyak ibu yang sebelumnya belum mengetahui penyebab stunting, setelah kegiatan ini kami jadi lebih paham cara pencegahannya agar anak-anak tumbuh sehat dan cerdas. Puding jagungnya juga enak dan memberi ide baru dalam mengolah MP-ASI, tuturnya.
Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDG) nomor 3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
Penulis : Kelompok BBK 7 Desa Sumberagung, Pesanggaran, Banyuwangi





