Pandemi COVID-19 berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi global, termasuk pada perubahan pola konsumsi di level rumah tangga yang mengurangi konsumsi dan memprioritaskan tabungan dan investasi. Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), instrumen investasi yang pertumbuhannya paling tinggi selama pandemi adalah reksa dana dengan kenaikan jumlah investor dari 1,7 juta di tahun 2019 menjadi 9,3 juta pada November 2022. Reksa dana menjadi instrumen investasi paling populer karena mempunyai banyak pilihan, dana minimal investasi yang lebih terjangkau, dan mengakomodasi beragam profil resiko dari yang sangat konservatif hingga fleksibel. Mayoritas investor baru (estimasi 80% dari total investor) menggunakan aplikasi dan platform digital untuk berinvestasi. Sejalan dengan kenaikan jumlah investor, jumlah aplikasi investasi digital juga meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan terdapat lebih dari 80 aplikasi investasi reksa dana yang telah terdaftar dan diawasi oleh OJK tahun 2022. Peningkatan jumlah aplikasi ini memberikan fleksibilitas bagi investor, namun tantangannya adalah memilih aplikasi yang dapat membantu investor mencapai tujuan finansialnya secara optimal dan aman. Di sisi lain, kompetisi antar perusahaan penyedia layanan investasi digital menjadi semakin ketat. Loyalitas pengguna dan jumlah investasi yang disalurkan melalui aplikasi menjadi dua indikator utama untuk kesuksesan bisnis layanan investasi digital.
Penelitian ini mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi pengguna berinvestasi melalui aplikasi investasi digital dengan mengintegrasikan Expectation Confirmation Model (ECM) dan konstruk trust, perceived security, dan self-efficacy. Model ECM digunakan untuk menganalisis tingkat kepuasan (user satisfaction) dan intensi keberlanjutan penggunaan (continuance intention to use) aplikasi digital berdasarkan konfirmasi (confirmation) dari ekspektasi pengguna terhadap aplikasi dan nilai manfaat (perceived usefulness) aplikasi. Intensi keberlanjutan juga dipengaruhi oleh persepsi pengguna terhadap tingkatkeamanan aplikasi, terutama pada aplikasi keuangan dan investasi. Pengguna akan memastikan bahwa aplikasi aman baik dari sisi teknis maupun kebijakan dan regulasi sebelum memutuskan penggunaan aplikasi. Pemenuhan aspek keamanan juga mempengaruhi tingkat kepercayaan pengguna terhadap manfaat aplikasi. Di sisi lain, kesalahan kecil sekalipun dapat merusak level kepercayaan pengguna dan mengakibatkan pengguna berhenti menggunakan aplikasi. Konstruk self-efficacy berkaitan dengan tingkat persepsi pengguna terhadap kemampuan dirinya berinvestasi secara optimal menggunakan aplikasi investasi digital. Integrasi model ECM dan konstruk trust, perceived security, dan self-efficacy menghasilkan 13 hipotesis yang diuji dengan metode Partial Least Square (PLS).
Hasil pengujian hipotesis dari 384 responden mengidikasikan penerimaan 11 dari 13 hipotesis yang diusulkan. Kelompok hipotesis pertama menunjukkan kepercayaan pengguna terhadap aplikasi investasi digital dipengaruhi oleh confirmation, perceived usefulness, dan perceived security. Selanjutnya, tingkat kepuasan penggunaan aplikasi dipengaruhi oleh faktor perceived security, confirmation, dan trust. Pada intensi keberlanjutan penggunaan aplikasi, faktor yang berpengaruh berdasarkan hasil pembuktian hipotesis adalah perceived usefulness, tingkat kepuasan, dan trust. Terdapat dua hipotesis yang ditolak, yaitu hipotesis perceived usefulness berpengaruh positif terhadap tingkat kepuasan dan hipotesis self-efficacy berpengaruh positif terhadap intensi penggunaan aplikasi investasi digital. Pada penggunaan aplikasi investasi digital, salah satu persepsi pengguna tentang nilai manfaat aplikasi berhubungan dengan return on investment. Nilai return negatif atau tidak sesuai dengan ekspektasi investor menyebabkan ketidakpuasan investor terhadap aplikasi. Padahal kerugian atau nilai return yang tidak sesuai ekspektasi investor dipengaruhi oleh faktor di luar aplikasi, seperti kondisi perekonomian nasional dan sentimen di pasar modal.
Selanjutnya, investor dengan self-efficacy tinggi, akan berpindah ke aplikasi dan metode investasi lainnya untuk menghindari kerugian yang lebih dalam. Berdasarkan identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi intensi keberlanjutan penggunaan aplikasi investasi reksa dana digital, penelitian menyusun rekomendasi bagi penyedia layanan dan regulator untuk meningkatkan kualitas layanan dan tingkat keamanan investasi reksa dana digital. Penyedia layanan memprioritaskan keamanan aplikasi dengan cara memperbaiki kesalahan dan menutup celah keamanan secara proaktif, memperbarui standar keamanan transaksi, dan mengedukasi pengguna tentang investasi yang aman dan sesuai profil resiko pengguna. Untuk meningkatkan loyalitas pengguna, penyedia layanan mengimplementasikan inovasi layanan investasi, seperti kemudahan pembayaran, opsi pembayaran yang beragam, dan fitur kecerdasan buatan untuk rekomendasi investasi sesuai preferensi dan profil resiko investor. Pengembangan dan penggunaan aplikasi investasi digital dapat berkontribusi pada salah satu target Sustainable Development Goals, yaitu memperluas akses terhadap bank dan layanan keuangan untuk masyarakat Indonesia.
Penulis: Ira Puspitasari, S.T., M.T., Ph.D.
Judul artikel prosiding : Determinants of Continuance Intention to Use Mutual Fund Investment Apps: The Changing of User Behavior During the Pandemic Crisis
Link artikel prosiding :
Link Scopus :





