International Monetary Fund (IMF) menyatakan bahwa pandemi Covid-19 dapat memicu krisis pertumbuhan ekonomi yang akan mempengaruhi ketahanan pangan suatu negara. Hal ini dapat mengganggu salah satu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yaitu menjaga pertumbuhan ekonomi yang stabil salah satunya bagi negara berkembang seperti Indonesia. Untuk itu dalam penelitian ini dilakukan analisis untuk mengetahui hubungan media sosial terhadap perkembangan bisnis, inovasi dalam membantu perekonomian di masa pandemi Covid-19 yang diuji dengan beberapa uji statistika, yaitu uji hipotesis Chi-square dan uji t.
Uji Hipotesis Chi-Square adalah salah satu jenis uji komparatif non parametrik yang dilakukan terhadap dua variabel, dimana skala data kedua variabel tersebut adalah nominal atau rasio. Uji hipotesis statistik Chi-square dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara inovasi dalam mendirikan bisnis dengan media sosial. Uji t dilakukan untuk menganalisis perbedaan pendapatan rata-rata baik sebelum dan sesudah pandemi maupun sebelum dan sesudah berinovasi. Dengan demikian, kajian ini diharapkan dapat dijadikan acuan oleh pemerintah untuk menghidupkan kembali sektor ekonomi di masa pandemi Covid-19 berbasis digital yang dapat mendukung pemulihan ekonomi negara.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara inovasi pengembangan bisnis dengan intensitas penggunaan media sosial. Selain itu, berdasarkan uji-t berpasangan diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan pendapatan rata-rata baik sebelum dan sesudah pandemi maupun sebelum dan sesudah berinovasi. Hal ini mengindikasikan bahwa eksistensi dari social media dapat membantu pemulihan ekonomi di masa COVID-19.
Penulis:Diah Puspita Ningrum, Syehvira Shal Shabilla, Ayuning Dwis Cahyasari, and Siti Maghfirotul Ulyah
Judul artikel: The association of social media to business development innovations in helping the economy during Covid-19
Link:





