51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Intensitas Zeylanicobdella arugamensis dan Histopatologi Kulit Kerapu Hibrida dari Kolam Tanah dan Beton

Foto oleh oktopurs.online

Produksi ikan kerapu hibrida (E. fuscoguttatus betina x E. lanceolatus jantan) mengalami peningkatan setiap tahunnya mencapai 30,75% (Lopez et al., 2003). Pemeliharaan kerapu hibrida di tambak dengan dasar tanah meningkatkan efek akumulasi bahan organik di dasar tambak dan interaksi dengan mikroorganisme tanah (Rahayu, 2017). Pemeliharaan ikan dengan kolam beton akan mempermudah penyebaran substrat pada dinding kolam sehingga dapat meningkatkan populasi ektoparasit (Hendrajat dan Susanto, 2017). Hal ini akan mengakibatkan penurunan kualitas air dan stres bagi ikan. Penurunan kualitas air akan menyebabkan keberadaan ektoparasit pada tubuh ikan dan kerusakan morfologi (Misganaw and Getu, 2017). Dampak infestasi ektoparasit dapat dilihat dari diagnosis melalui histopatologi kulit. Kerusakan histopatologi akibat parasit adalah hiperplasia, fusi, telangiektasia dan nekrosis (Sudaryatma dan Eriawati, 2012).

Penelitian ini bertujuan untuk membedakan intensitas Z. arugamensis dan histopatologi kulit kerapu hibrida dari tambak beton dan tambak tanah. Hasil penelitian diharapkan dapat digunakan untuk menentukan pencegahan yang tepat untuk mengurangi kerugian akibat serangan ektoparasit pada kerapu hibrida. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dan analisis data menggunakan IBM SPSS 21 Mann Whitney U Test. Penelitian ini menggunakan 50 ekor kerapu hibrida masing-masing dari kolam tanah dan beton. Intensitas Z. arugamensis dari tambak tanah berbeda nyata p 0,05 dengan tambak beton. Infestasi Z. arugamensis dari tambak sebanyak 13 individu termasuk intensitas Z. arugamensis dalam kategori sedang 6,69 individu/ikan. Infestasi Z. arugamensis dari kolam beton sebanyak 10 individu, termasuk intensitas Z. arugamensis dalam kategori ringan 2,9 individu/ikan.

Intensitas Z. arugamensis dari tambak tanah berbeda nyata p≤0,05 dengan tambak beton. Intensitas Z. arugamensis dari tambak tanah 6,69 ekor/ekor untuk kategori sedang sedangkan dari tambak beton 2,9 ekor/ekor untuk kategori ringan. Intensitas Z. arugamensis yang lebih tinggi dari tambak dapat disebabkan oleh kandungan bahan organik yang lebih tinggi. Z. arugamensis menyukai perairan dengan kekeruhan air yang tinggi (Cruz-Lacierda et al., 2000). Hasil skoring histopatologi kulit kerapu hibrida dari tambak tanah berbeda nyata p≤0,05 dengan tambak beton. Kulit kerapu hibrida dari tambak tanah menunjukkan kerusakan jaringan 25% sementara tidak ada kerusakan jaringan kulit dari tambak beton. Penyakit dapat terjadi di perairan karena ketidakseimbangan antara lingkungan, ikan, dan patogen (Kriswijayanti dkk., 2018).

Penulis: Dr. Gunanti Mahasri, Ir., M.Si.

Departemen Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Kelautan, 51¶¯Âþ

Informasi lebih detail dari penelitian ini dapat ditemukan pada jurnal ilmiah pada Jurnal berikut ini:

M. Nisa1, G Mahasri2,4, S Subekti3, 2021. Zeylanicobdella arugamensis intensity and histopathology of hybrid grouper skin from soil and concrete ponds. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science 1036 (2022) 012076. IOP Publishing doi:10.1088/1755-1315/1036/1/012076.

AKSES CEPAT