51动漫

51动漫 Official Website

Intervensi Digital Berbasis Pasien untuk Meningkatkan Kemampuan Perawatan Mandiri pada Penderita Tuberkulosis Paru

Tantangan Pelayanan Tuberkulosis dalam Pandemi COVID-19
ilustrasi penderita TBC: (Sumber: Alodokter)

Tuberkulosis (TB) masih menjadi tantangan kesehatan global, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Meski dapat dicegah dan disembuhkan, TB paru menimbulkan beban kesehatan dan ekonomi yang signifikan. Intervensi digital berbasis pasien, seperti aplikasi kesehatan (mHealth) dan SMS pengingat, menjanjikan peningkatan perawatan mandiri dan kepatuhan pengobatan, tetapi bukti efektivitasnya di berbagai konteks sosial ekonomi masih terbatas. Pendekatan seperti terapi dengan pengawasan langsung dinilai efektif, namun memakan sumber daya dan kurang sesuai dengan preferensi pasien. Dalam keperawatan, intervensi ini berpotensi mengubah peran perawat dalam manajemen TB, tetapi implikasinya belum sepenuhnya dipahami. Studi ini bertujuan mengisi kesenjangan pengetahuan terkait efektivitas, tantangan implementasi, dan dampaknya terhadap praktik keperawatan.

Studi ini meneliti pasien dewasa (鈮18 tahun) dengan TB paru yang menjalani intervensi seperti aplikasi mHealth, pengingat SMS, telemedicine, dan perangkat wearable, dibandingkan dengan perawatan standar atau tanpa intervensi. Hasil utama meliputi kepatuhan dan penyelesaian pengobatan. Data dikumpulkan dari 20192024 melalui basis data elektronik (PubMed, Cochrane, dll.), mengikuti pedoman PRISMA, tanpa pencarian literatur abu-abu. Penilaian risiko bias dilakukan menggunakan RoB 2 dan ROBINS-I. Data dianalisis secara naratif karena heterogenitas metode, dengan evaluasi kualitas bukti menggunakan GRADE.

Penelitian ini menggunakan Chronic Care Model (CCM) yang menekankan perawatan pasien berbasis dukungan mandiri dan integrasi teknologi kesehatan untuk pengelolaan penyakit kronis, termasuk tuberkulosis (TB). Hasil tinjauan sistematis menunjukkan bahwa intervensi digital, seperti smartphone-based VOT dan MERM, efektif meningkatkan kepatuhan pengobatan pada enam dari sepuluh penelitian, meskipun bukti memiliki kualitas sedang akibat heterogenitas desain dan bias. Namun, keberhasilan pengobatan secara keseluruhan lebih bervariasi, dengan hanya tiga dari delapan penelitian menunjukkan peningkatan signifikan. Faktor kontekstual, seperti sosial-ekonomi dan kapasitas sistem kesehatan, memengaruhi hasil. Peran perawat dalam implementasi teknologi digital sangat penting, memungkinkan pemantauan jarak jauh dan dukungan tepat waktu, sesuai pendekatan CCM. Hal ini memperkuat potensi intervensi digital dalam meningkatkan pengelolaan TB berbasis komunitas.

Artikel ini merujuk pada penelitian dengan judul Patient-Centered Digital Interventions for Self-Care Ability Among People with Pulmonary Tuberculosis: A Systematic Review

penulis: Prof. Dr. Nursalam, M.Nurs (Hons)

AKSES CEPAT