51动漫

51动漫 Official Website

IWI Talks 2025 Dorong Literasi Keuangan Syariah Mahasiswa UNAIR

Ahsan saat menjelaskan fitur dan fungsi aplikasi Bibit dalam sesi praktik investasi syariah pada kegiatan IWI Talks 2025 di Aula Miendrowo Lantai 3 Kampus Dharmawangsa-B, Senin (13/10/2025). (Foto: Istimewa)
Ahsan saat menjelaskan fitur dan fungsi aplikasi Bibit dalam sesi praktik investasi syariah pada kegiatan IWI Talks 2025 di Aula Miendrowo Lantai 3 Kampus Dharmawangsa-B, Senin (13/10/2025). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS Hima Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis () 51动漫 (UNAIR) menggelar IWI Talks 2025 bertajuk Building Financial Independence through Sharia Investment in the Digital Era pada Senin (13/10/2025) di Aula Miendrowo Lantai 3 Kampus Dharmawangsa-B. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan literasi dan kemandirian finansial mahasiswa melalui praktik investasi syariah digital menggunakan aplikasi Bibit. Inisiatif tersebut selaras dengan poin Sustainable Development Goals (SDGs) ke-8, yakni Decent Work and Economic Growth.

Waspadai Investasi Bodong 

Dalam pemaparannya, Ahsan mengingatkan peserta untuk lebih berhati-hati dalam memilih instrumen investasi digital. Ia menegaskan pentingnya menggunakan aplikasi sekuritas resmi yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna menjaga keamanan dana serta menghindari potensi penipuan. Menurutnya, memahami legalitas dan kredibilitas platform menjadi langkah awal yang penting sebelum mulai berinvestasi.

淕unakan aplikasi sekuritas biar aman. Kalau ada yang ngiming-ngiming return-nya cepat dan fix, itu biasanya ciri-ciri investasi bodong, ujar Ahsan. Ia menambahkan, peningkatan literasi keuangan perlu terus berlanjut agar masyarakat, khususnya mahasiswa, tidak mudah tergiur iming-iming keuntungan besar tanpa memahami risiko di baliknya.

FOMO Investasi

Lebih lanjut, Ahsan menyoroti fenomena fear of missing out (FOMO) dalam berinvestasi yang kerap dialami oleh generasi muda. Ia menjelaskan bahwa banyak investor pemula tergesa-gesa membeli instrumen investasi hanya karena tren pasar sedang naik tanpa melakukan analisis yang matang.

淜alau kita maksain masuk ke instrumen yang sudah tinggi, bakal rugi, jelasnya. Ia pun menekankan pentingnya melakukan riset dan memahami kondisi pasar sebelum mengambil keputusan investasi. Dengan begitu, pembuatan keputusan dapat secara logis dan rasional, bukan sekadar karena dorongan emosi atau tren sesaat.

Dorong Literasi Keuangan Syariah

Kegiatan IWI Talks menjadi salah satu upaya Hima Ekonomi Islam FEB UNAIR dalam memperkuat literasi keuangan syariah di kalangan mahasiswa. Melalui forum ini, mahasiswa tidak hanya dibekali pengetahuan tentang investasi yang aman dan sesuai syariat, tetapi juga diajak untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan di era digital. 

Penulis: Era Fazira

Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT