UNAIR NEWS – Kegiatan Airlangga Mentoring Room mewadahi mahasiswa yang ingin belajar lebih dalam mengenai beberapa topik keilmuan. Di volume 3 kali ini, membahas tentang jurnal ilmiah. Terselenggara oleh Kementerian Riset dan Keilmuan Badan Eksekutif Mahasiswa () 51动漫 (UNAIR), kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu (12/10/25) di Ruang 3.09 Gedung Kuliah Bersama (GKB) Kampus MERR-C.
Acara yang melibatkan peserta dari berbagai fakultas tersebut menghadirkan pembicara dengan segudang prestasi. Seorang dokter sekaligus inovator kesehatan yang memiliki banyak penghargaan dunia, dr Gamal Albinsaid MBiomed.
Tips menjadi Mahasiswa Berprestasi
Gamal menceritakan pengalamannya saat meraih prestasi di kampus. Ia menyebut, setidaknya ada tiga hal penting untuk membuat proses berprestasi mahasiswa menjadi efektif. Pertama, mencari mentor. Dalam konteks karya ilmiah, belajar dari mentor yang tepat dapat dilakukan untuk mengetahui cara mencari jurnal, cara mencari informasi dari dosen, dan sistematika bekerja yang efektif.
Kedua, mengikuti kompetisi. Ia menceritakan pengalamannya mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang meski tidak menyentuh final, namun mendapat banyak penghargaan berkat terus belajar melalui idenya dalam membuat program inovasi pemerintah dan masyarakat. 淭api karena saya lanjutkan, alhamdulillah dapat lebih dari 50 penghargaan saat itu, bahkan dari lima menteri, ungkapnya.
Ketiga, aktif dalam organisasi internasional, seperti mengikuti kompetisi internasional, konferensi internasional, funding internasional. 淜arena saya berpikirnya begini, harus naik level. Nggak mungkin saya tahun keempat, saya masih bersaing sama yang semester satu baru masuk. Saya harus challenge diri saya dengan level yang lebih tinggi, katanya.
Berdampak sebagai Tujuan Utama
Kemudian, dokter sekaligus wirausahawan sosial tersebut menjelaskan bahwa hal penting dari sebuah karya ilmiah adalah kebermanfaatan. Ia mencontohkan beberapa programnya yang berdampak, salah satunya Garbage Clinical Insurance yang berangkat dari kisah seorang anak pemulung yang meninggal di gerobak sampah ayahnya karena sakit diare dan tidak mampu berobat. Lantaran termotivasi, ia membuat social entrepreneur tersebut yang memungkinkan warga dapat menggunakan sampah sebagai pembayaran.
Gamal berpendapat bahwa penelitian di Indonesia masih minim implementasi. 淪ebisa mungkin, misalnya kamu buat satu karya tulis yang berisi ide. Kamu benar-benar realisasikan. Kalau misalnya itu ide, yang visible gitu maksud saya. Implementasi itu harus jadi orientasi kamu. Karena kalau nggak, coba kamu pikir, what next step? ujarnya.
Menutup sesi, ia berpesan bahwa di era perkembangan media sosial dapat dimanfaatkan untuk memberi dampak yang besar. Ia mengimbau mahasiswa untuk berfokus pada hasil berdampak. 淜arena impression akan hilang, tapi impact akan terus ada di tengah-tengah masyarakat. Maybe you are impressive, but are you impactful? Dan kemenangan sejati bukanlah saat kamu memenangkan kompetisi ilmiahnya. Tapi gimana kamu lewat karya yang kamu hasilkan, yaitu bisa berdampak kepada banyak orang di luar sana, pungkasnya.
Penulis: Uswatun Khasanah
Editor: Yulia Rohmawati





