Perempuan mendominasi sistem kesehatan Indonesia, namun belum ada bukti yang jelas tentang bagaimana dominasi ini tercermin secara setara dalam proses pengambilan keputusan. Secara global, sistem perawatan kesehatan dihadapkan pada tantangan segregasi gender dalam posisi manajerial kesehatan. Artikel ini akan mengulas hasil penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan pola dominasi gender, baik laki-laki maupun perempuan, dalam divisi tertentu di kantor kesehatan kabupaten.
Penelitian yang dilakukan oleh tim dosen Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat 51动漫 di tahun 2021 menunjukkan pola dominasi gender di dalam struktur manajemen kesehatan. Dengan memeriksa berbagai karakteristik dan divisi di kantor kesehatan kabupaten, penelitian ini berusaha untuk mengungkap ketidaksetaraan antara pria dan wanita dalam peran kepemimpinan. Menggunakan data terbuka pada website dinas kesehatan pada dua provinsi Indonesia, penelitian ini menganalisis berbagai karakteristik, termasuk area kerja, persyaratan posisi, koordinasi tugas dominan, pengaturan tempat kerja, peran tanggap darurat, alokasi anggaran, dan persentase manajer perempuan berdasarkan latar belakang matriarki dan patriarki.
Hasil penelitian menunjukkan adanya pola dominasi gender pada beberapa divisi tertentu di dinas kesehatan kabupaten/kota. Manajer perempuan pada provinsi dengan latar belakang budaya matriarki mendominasi di pada bidang kesekretariatan (63.4%), Kesehatan Masyarakat dan Pemberdayaan Masyarakat (62.5%), serta Layanan Kesehatan (80%). Di sisi lain, sebagian besar manajer laki-laki pada provinsi dengan latar belakang budaya patriarki mendominasi di dua divisi, yaitu Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (57.8%) serta Layanan Kesehatan (55.3%). Hasil ini mengindikasikan bahwa jenis kelamin tertentu cenderung mendominasi posisi tertentu dalam sistem perawatan kesehatan, mengonfirmasi adanya segregasi gender dalam sistem kesehatan Indonesia.
Manajer perempuan seringkali ditempatkan dalam urusan organisasi domestik, sementara manajer laki-laki umumnya bertanggung jawab untuk urusan antar organisasi, termasuk pekerjaan dengan respons darurat tinggi. Kehadiran pola-pola berdasarkan jenis kelamin ini menegaskan pentingnya mengatasi hambatan berbasis gender dalam posisi kepemimpinan dalam sistem kesehatan Indonesia. Hal ini termasuk dalam menciptakan lingkungan yang lebih inklusif sehingga baik pria maupun wanita dapat berkontribusi dengan keahlian dan pandangan mereka dalam semua aspek manajemen kesehatan, yang pada akhirnya akan menghasilkan layanan kesehatan yang lebih komprehensif dan setara bagi seluruh masyarakat.
Penulis: Nuzulul Kusuma Putri, S.KM., M.Kes.
Jurnal: GENDER SEGREGATION OF HEALTH MANAGERS IN DISTRICT HEALTH OFFICERS IN INDONESIA





