51动漫

51动漫 Official Website

Kandidat Obat Malaria dan Kanker Baru: Turunan Asam Kromanoat dari Tanaman Mentangor endemik Bangka Belitung

Mentangor merupakan tanaman endemik Indonesia tepatnya di wilayah Bangka Belitung. Mentangor merupakan tumbuhan tinggi yang banyak tumbuh di wilayah Lempar, Bangka Belitung. Tanaman ini dikenal dengan nama yang berbeda pada setiap daerah. Beberapa daerah mengenal tanaman mentangor dengan nama bintangur, aci, nyamplung, betur. Mentangor banyak digunakan masyarakat sebagai obat tradisional. Sebagian masyarakat suku sekak, Pulau Bangka menggunakan mentangor sebagai obat HIV, antibakteri ,antikanker, dan antivirus dan baru-baru ini berkhasiat dapat menyembuhkan warga yang terkena malaria dan dapat menyembuhkan penyakit yang sering menyerang wanita yaitu kanker serviks. Bahkan salah satu jenis mentangor, yaitu Calophyllum waliichianum Plach. and Triana terbukti mengandung senyawa yang aktif sebagai antimalaria dan antikanker.  Tanaman mentangor termasuk dalam genus besar Calophyllum dari keluarga Guttiferae. 

Studi fitokimia beberapa ahli sebelumnya terhadap Calophyllum, menunjukkan bahwa bintangor mengandung senyawa asam kromanoat, benzofuran, santon, dan 4-fenilkumarin yang merupakan senyawa aktif. Kulit batang kayu dari tanaman mentangor banyak digunakan sebagai salah satu bahan ramuan obat Cina untuk obat kanker.

Penelitian ilmiah terhadap mentangor  dari Bangka Belitung dari jenis Calophyllum waliichianum Plach. and Triana dilakukan oleh Mulyadi Tanjung dan Tim Riset Kimia Bahan Alam Departemen Kimia Fakultas Sains dan Teknologi, berhasil menemukan senyawa aktif asam kalostemanik dan asam kalolongik. Senyawa  tersebut diujikan pada Plasmodium falciparum  strain 3D7 dan sel kanker HeLa menunjukkan kekuatan yang sangat aktif. Berikut salah satu jalannya senyawa aktif Calophyllum waliichianum dalam menghambat Plasmodium falciparum  dan menjadi salah satu kandidat obat antimalaria.

Kedua senyawa tersebut telah ditemukan dan diteliti pertama kalinya di Indonesia oleh Mulyadi Tanjung dan tim peneliti dari Departemen Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi 51动漫. Hasil penelitian memberikan prospek yang sangat bagus bagi dunia kesehatan dalam upaya penemuan obat antimalaria dan antikanker yang berbasis pada bahan alam yang lebih aman. Sebagai antikanker, senyawa kalostemanik sangat aktif dalam menekan sel kanker serviks, hal ini dikarenakan senyawa tersebut memiliki polaritas yang tinggi dalam merusak siklus sel kanker. Penemuan senyawa asam kalostemanik dan asam kalolongik ini telah dipublikasikan pada jurnal Advanced Journal of Chemistry, Section A Tahun 2025.

Bagian tanaman yang diteliti adalah kulit batang, bagian yang sering digunakan oleh masyarakat sebagai ramuan obat tradisonal. Kulit batang dipeoleh dari Desa Penutuk, Kecamatan Lepar, Bangka Belitung. Selain itu bagian kulit batang merupakan bagian tanaman yang banyak tersimpan metabolit sekunder daripada bagian lain. Identifikasi tanaman dilakukan oleh Ismail Rachman, ahli botani dari Herbarium Bogoriensis.

Pada penelitian selanjutnya akan difokuskan pada eksplorasi Calophyllum lainnya dari berbagai wilayah Indonesia, sehingga dapat dipetakan jenis-jenis Calophyllum Indonesia yang dapat dijadikan sebagai sumber obat malaria dan kanker.

Penulis: Prof. Dr. Mulyadi Tanjung, Drs., M.S

AKSES CEPAT