51动漫

51动漫 Official Website

Kandungan Flavonoid dan Fenol pada Bunga Bugenvil dan Aktivitasnya sebagai Antioksidan

Bunga Bougenville (Foto: dok pribadi)

Bugenvil merupakan tanaman yang sering ditemukan di pinggir jalan sebagai tanaman peneduh. Tanaman ini mudah tumbuh dan berbunga lebat disebutkan memiliki manfaat yang tinggi sebagai tanaman obat. Hal ini didukung oleh beberapa penelitian pada batang, daun dan bractea (bunga) bugenvil yang mengandung alkaloid, saponin, tanin, flafonoid, polifenol dan lain-lain1. Flavonoid dan polifenol merupakan antioksidan dalam dunia kesehatan diyakini sebagai salah satu senyawa yang mampu mencegah berbagai jenis penyakit antara lain antiinflamasi, antikanker, anti-aterosklerosis, maupun sebagai kosmetik anti penuaan dini2.  Antioksidan memiliki kemampuan menetralisir radikal bebas, menangkap ROS secara langsung, melindungi antioksidan lipofilik, dan merangsang peningkatan antioksidan enzimatik3,4.

Kebutuhan akan bahan baku antioksidan yang tinggi, diperlukan alternatif antioksidan yang berasal dari tanaman. Sedikitnya 9.600 spesies bugenvile diketahui memiliki khasiat obat, namun baru 300 spesies yang telah dimanfaatkan sebagai bahan baku obat tradisional dan industri obat tradisional1. Salah satu spesies tanaman bugenvil yang belum banyak diteliti adalah Bougainvillea spectabilis Willd. Berdasarkan uraian di atas, maka dilakukan penelitian untuk mengetahui kadar total fenolik dan flavonoid dari ekstrak bractea Bougainvillea spectabilis Willd serta aktivitasnya sebagai antioksidan.

Sampel bunga (bractea) Bougainvillea spectabilis Willd segar dikumpulkan dari kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Sebanyak 265 g serbuk kering bunga (bractea) dimaserasi selama 3 hari menggunakan 4 liter etanol. Hasil maserasi kemudian disaring untuk mendapatkan filtrat. kemudian diuapkan hingga diperoleh ekstrak etanol pekat.

Kadar flavonoid total ditetapkan dengan metode aluminium klorida dengan quercetin sebagai standar. Sebanyak 0,1 gram ekstrak kemudian dilarutkan dalam labu ukur 5 ml menggunakan etanol 50% dan disaring. Sebanyak 2 ml ekstrak dipipet dan ditambahkan 2 ml etanol 50%. Ekstrak dimasukkan ke dalam tabung reaksi kemudian ditambahkan larutan AlCl3 sebanyak 4 ml. Larutan kemudian dikocok hingga homogen dan dibiarkan selama 30 menit. Pengukuran absorbansi dilakukan pada panjang gelombang 415 nm5. Standar quercetin dibuat pada konsentrasi 0-100 ppm. Absorbansi sampel diinterpolasi kedalam persamaan regresi linier pada kurva standar. Diketahui ekstrak etanol bractea Bougainvillea spectabilis Willd mengandung 1,02% Flavonoid total.

Penentuan kadar total fenol dilakukan dengan teknik Folin-Ciocalteu6, yaitu mengukur total fenol berdasarkan daya reduksi gugus hidroksi menggunakan standar asam galat. Reaksi fenol dan reagen Folin Ciocalteu terlihat warna kuning dan dengan penambahan natrium karbonat menghasilkan warna biru. Hasil penentuan total fenol diperoleh kadar sebesar 5,32%, menunjukkan bahwa ekstrak etanol mempunyai kadar total fenol yang tinggi.

Ekstrak dengan kadar flavonoid total tertinggi kemudian dilanjutkan dengan tahap pengujian aktivitas antioksidan, dilakukan dengan metode Blois (1958)7 dengan melihat absorbansi yang diukur pada panjang gelombang 517 nm. Adanya aktivitas antioksidan pada ekstrak etanol dapat dilihat secara kasat mata dari memudarnya warna DPPH yang berbanding lurus dengan penurunan absorbansi seiring dengan bertambahnya konsentrasi sampel. Diketahui bahwa ekstrak etanol menunjukkan aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 33,40 ppm yang berarti konsentrasi 33,40 ppm ekstrak etanol mampu menghambat radikal bebas sebesar 50% 7.

Hasil penelitian ini menunjukkan bractea Bougainvillea spectabilis Willd merupakan sumber potensial komponen bioaktif dengan kualitas antioksidan kuat.

Penulis: Prof. Dr. Tristiana Erawati M., M.Si., Apt

Informasi detail riset ini dapat diakses pada artikel kami di:

AKSES CEPAT