51动漫

51动漫 Official Website

Kandungan Quercetin pada Ekstrak Etanol Daun Kari sebagai Nutrisi dalam Pakan Ternak

Kandungan Quercetin pada Ekstrak Etanol Daun Kari sebagai Nutrisi dalam Pakan Ternak
Sumber: UM Berau

Tanaman telah lama diakui oleh masyarakat karena khasiat obatnya. Obat tradisional telah dikenal dan digunakan secara turun-temurun oleh masyarakat Indonesia. Penggunaan obat tradisional umumnya diprioritaskan untuk menjaga kesehatan manusia, meskipun beberapa aplikasi juga bertujuan untuk mengobati penyakit. Salah satu tanaman obat yang sering digunakan adalah daun kari (Murraya koenigii). Tanaman ini, sejenis rempah-rempah dalam famili Rutaceae, umumnya ditemukan di Indonesia, khususnya di wilayah Aceh dan Sumatera Barat. Di Aceh, dikenal sebagai “Temurui” dan digunakan sebagai bumbu dan penyerasa makanan.

Daun kari mengandung beberapa komponen kimia yang telah terbukti secara ilmiah memiliki khasiat yang bermanfaat, antara lain efek antidiabetes, larvasida, antikecemasan, antioksidan, dan antibakteri. Ekstrak etanol, metanol, dan kloroform daun kari menunjukkan aktivitas antibakteri dan antijamur. Ekstrak kasar dari daun kari menggunakan pelarut seperti metanol, petroleum eter, aseton, etil asetat, kloroform, dan air telah menunjukkan aktivitas antibakteri dan antijamur terhadap Candida utilis, Shigella sonnei, Salmonella typhi, Bacillus subtilis, dan Escherichia. Berbagai penelitian telah menunjukkan keberadaan beragam bahan kimia bioaktif dalam daun kari yang memiliki potensi terapeutik.

Senyawa flavonoid dalam ekstrak etanol daun kari. Zat-zat ini memiliki potensi untuk digunakan dalam industri makanan dan farmasi karena fungsi terapeutiknya yang diakui. Berbagai senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada daun kari berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber bahan obat. Flavonoid, kelas luas bahan kimia polifenol tumbuhan, ditemukan dalam berbagai macam makanan. Mereka terdiri dari 15 atom karbon dalam kerangka karbon dasarnya, membentuk konfigurasi C6-C3-C6 dengan dua cincin benzena (C6) yang bergabung dengan rantai propana (C3).

Flavonoid dapat bertindak sebagai antibakteri dengan mengganggu fungsi mikroorganisme bakteri. Mereka memperlambat pertumbuhan bakteri dengan mengubah permeabilitas lisosom, mikrosom, dan dinding sel bakteri. Quercetin, senyawa flavonol dan turunan flavonoid, memiliki kerangka 3-hidroksiflavon. Kehadiran gugus hidroksil (-OH) dalam struktur quercetin memberikan banyak bioaktivitas, termasuk antioksidan. Mekanisme pembersihan radikal terjadi dengan menyumbangkan atom hidrogen dari gugus hidroksil, memberikan senyawa dengan gugus hidroksil bioaktivitas antioksidannya.

Penulis: Prof. Dr. Mirni Lamid, drh., M.P

Link jurnal:

Baca juga: Produksi Energi Bioetanol dari Empty Fruit Bunches

AKSES CEPAT