Penuaan adalah proses di mana kulit mengalami perubahan degeneratif yang disebabkan oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik. Quercetin merupakan model senyawa yang memiliki karakteristik potensi antioksidan.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh Edge Activator (EA), yaitu Tween 60 dan Brij 35, terhadap karakteristik dan penetrasi gel spanlastik quercetin dengan Span 60 sebagai pembentuk vesikel. Spanlastik dibuat menggunakan metode hidrasi lapis tipis dan kemudian diformulasikan dalam gel HPMC 4000 yang komposisinya terdiri dari Span 60揃rij 35 (formula B1) dan Span 60揟ween 60 (formula T1) dengan rasio 9:1. Karakterisasi yang dilakukan meliputi ukuran partikel, indeks polidispersitas, efisiensi penjebakan, dan pemuatan obat. Uji penetrasi dilakukan secara in vivo pada tikus balb/c jantan dengan enam sampel, yaitu F1 (quercetin spanlastic dengan EA Tween 60), F2 (quercetin spanlastic dengan EA Brij 35), F3 (gel quercetin spanlastic dengan EA Tween 60), F4 (gel quercetin spanlastic dengan EA Brij 35), K (gel quercetin), dan R (basis gel).
Penulis : Dewi Melani Hariyadi
Informasi detail riset kami dapat diakses pada:
Karakterisasi dan Penetrasi Gel Quercetin Spanlastic dengan Span 60 sebagai Vesicle Builder, serta Brij 35 dan Tween 60 sebagai Edge Activator
Tutiek Purwanti, Esti Hendradi, Soleha N. Amalia, Feira S. Arum, Dewi M. Hariyadi
Trop J Nat Prod Res, June 2025; 9(6):2750-2754
ISSN 2616-0692





