Tuberkulosis merupakan tantangan global yang perlu diperhatikan di negara-negara berkembang karena angka kematiannya yang tinggi dan menjadi masalah kesehatan yang signifikan. Rifampisin, antibiotik semi-sintetik yang efektif melawan tuberkulosis, mengalami metabolisme lintas pertama di hati ketika diberikan secara oral, sehingga menghasilkan konsentrasi obat yang rendah di paru-paru. Hal ini berpotensi mengurangi aktivitas bakterisidanya, yang dapat menyebabkan kegagalan pengobatan, kekambuhan, dan resistensi bakteri.
Salah satu strategi adalah memberikan obat langsung ke paru-paru melalui inhalasi. Pendekatan ini dapat meningkatkan bioavailabilitas obat, memungkinkan pelepasan terkontrol, mengurangi toksisitas, dan meningkatkan kepatuhan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konsentrasi pektin mempengaruhi sifat dan stabilitas pulmosfer inhalasi rifampisin-pektin. Pulmosfer diproduksi menggunakan teknik aerosolisasi menggunakan berbagai konsentrasi polimer yaitu 1,5% (F1), 1,75% (F2), dan 2% (F3). Karakteristik fisik pulmosfer dievaluasi termasuk organoleptik, yield, kadar air (MC), pemuatan obat, efisiensi penjebakan dan morfologi.
Studi ini menemukan bahwa yield sebesar 53,23% 卤 5,85 – 94,58% 卤 3,06; MC 2,89% 卤 0,66 – 3,44% 卤 0,44; pemuatan obat 0,43% 卤 0,02 – 2,09% 卤 0,58; dan efisiensi penjebakan adalah 7,71% 卤 0,33 – 72,18% 卤 16,78. Pulmosfer berbentuk bulat halus. Formula 3 adalah pulmosfer rifampisin-pektin terbaik yang menunjukkan karakteristik fisik yang unggul dan mampu mempertahankan stabilitas hingga hari ke-28. Peningkatan konsentrasi pektin menyebabkan peningkatan pemuatan obat, efisiensi enkapsulasi dan stabilitas, menunjukkan potensi mereka sebagai sistem penghantaran paru yang efektif untuk pengobatan tuberkulosis.
Penulis : Dewi Melani Hariyadi
Informasi detail riset kami dapat diakses pada:
Optimasi Formula dan Uji Stabilitas Pulmosfer Rifampisin揚ektin dengan Teknik Aerosolisasi: Pengaruh Konsentrasi Polimer
Finisha P. Dinanti, Tristiana Erawati, Dewi M. Hariyadi
Trop J Nat Prod Res, June 2025; 9(6):2402-2408
ISSN 2616-0692





