Dermatitis atopik (DA) adalah penyakit kulit inflamasi kronis, sering berulang, dan juga multifaktorial yang melibatkan interaksi antara pejamu, agen, dan lingkungan. Paparan alergen yang sering menyebabkan DA dapat berasal dari sumber protein nabati dan hewani. Skin prick test (SPT) diindikasikan pada penyakit dengan reaksi hipersensitivitas tipe I (tipe cepat), salah satunya adalah DA.
Kami melakukan penelitian deskriptif retrospektif yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien DA yang menjalani SPT. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai karakteristik pasien DA yang menjalani SPT untuk lebih mendukung diagnosis dan tata laksana DA di masa yang akan datang.
Karakteristik Pasien DA yang Dilakukan SPT
Kami mengikutkan semua pasien yang tercatat di rekam medis dengan diagnosis DA berdasarkan kriteria Hanifin dan Rajka dan menjalani prosedur SPT di Divisi Alergi Imunologi Unit Rawat Jalan (URJ) RSUD Dr. Soetomo. Data berupa demografi, riwayat alergi, hasil SPT, dan relevansi klinis dikumpulkan secara sekunder dari rekam medis pasien.
Dari total 284 pasien DA yang diikutkan dalam penelitian, sebagian besar pasien masuk dalam kategori usia dewasa 20-59 tahun dengan persentase 59,9%. Hanya 60 pasien DA yang dilakukan SPT, dimana 30 pasien (50,0%) memiliki riwayat alergi debu. Alergen tungau, ayam negeri, udang, dan susu sapi, bulu anjing, dan bulu kucing tidak diuji pada semua pasien. Di antara semua alergen yang diuji, alergen tungau memberikan persentase hasil SPT positif terbesar dengan 63,3%. Relevansi klinis terbesar ditemukan pada alergen bulu kucing, dimana semua pasien (100,0%) memiliki relevansi klinis dengan hasil SPT mereka.
Diskusi
Pasien dewasa (20-59 tahun) mendominasi pasien DA pada penelitian kami. Beberapa penelitian lain mendukung temuan ini. Febriansyah et al. tahun 2015 pada pasien DA di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Prof. Dr. R. D. Kandou, Manado menyatakan bahwa sebagian besar pasien DA berusia >12 tahun. Penelitian lain oleh Ratnaningtyas dan Hutomo tahun 2015 di Divisi Alergi Imunologi URJ Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Soetomo juga melaporkan bahwa sebagian besar pasien DA berusia 15-24 tahun.
Alergi debu dialami oleh sebagian besar pasien DA pada penelitian kami. Penelitian oleh Wistiani dan Notoatmojo tahun 2012 pada populasi anak-anak dengan penyakit alergi melaporkan bahwa sebagian besar pasien DA memiliki riwayat alergi debu. Siregar pada tahun 2016 menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara tropis, dimana alergen dari lingkungan rumah seperti debu sering terjadi.
Tidak semua pasien dilakukan SPT karena beberapa pasien memiliki kontraindikasi absolut atau relatif saat hendak diuji SPT. Pada pasien yang dilakukan SPT, hasil positif terbanyak ditemukan pada alergen tungau. Penelitian oleh Zeppa et al. tahun 2011 yang meneliti pasien DA mendukung temuan ini, dimana mereka menyatakan bahwa hasil positif SPT sebagian besar ditemukan pada aeroalergen.
Relevansi klinis terbesar ditemukan pada alergen bulu kucing pada penelitian kami, dimana temuan ini didukung dengan penelitian oleh Asha檃ri et al. tahun 2011 pada pasien dengan riwayat alergi. Mereka menemukan bahwa sensitivitas dan spesifisitas SPT untuk bulu kucing masing-masing sebesar 90,5% dan 44,9%. Sensitivitas didefinisikan sebagai proporsi pasien yang memiliki riwayat penyakit tertentu dan dilaporkan memiliki hasil tes positif, sedangkan spesifisitas didefinisikan sebagai proporsi pasien yang tidak memiliki riwayat penyakit tertentu dan dilaporkan memiliki hasil tes negatif.
Dapat disimpulkan pada penelitian kami bahwa sebagian besar pasien DA berada pada kelompok usia dewasa dan memiliki riwayat alergi debu. Persentase hasil SPT positif tertinggi ditemukan pada alergen tungau. Relevansi klinis terbesar ditemukan pada alergen bulu kucing.
Penulis : Prof. Dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa,dr.,Sp.KK(K)
Informasi lengkap dari artikel in dapat dilihat pada tulisan kami di :
Characteristics of Atopic Dermatitis Patients who Underwent Skin Prick Test
Wisnu Triadi Nugroho, Evy Ervianti, Iskandar Zulkarnain, Afif Nurul Hidayati, Damayanti, Budi Utomo, Cita Rosita Sigit Prakoeswa





