51动漫

51动漫 Official Website

Karakteristik Pasien Dewasa dengan COVID-19 Simptomatik dan Asimptomatik yang Mengalami Stroke

Telah dilaporkan adanya kasus stroke diantara pasien yang menderita COVID-19, baik dengan tanda dan gejala yang jelas maupun yang asimptomatik. Stroke merupakan salah satu kelainan non-respiratori yang dapat ditemukan baik sebagai penyakit penyerta maupun komplikasi pada pasien-pasien dengan COVID-19. Tim peneliti dari Departemen Anatomi, Histologi dan Farmakologi, Fakultas Kedokteran, 51动漫, Indonesia yang terdiri dari dosen dan mahasiswa meneliti dan melakukan suatu tinjauan sistematik untuk menganalisis karakteristik dan luaran pasien COVID-19 simptomatik dan asimptomatik yang menderita stroke.

Tinjauan sistematik tersebut dilakukan pada lima basis data ilmiah yaitu EBSCOhost, Google Scholar, Pubmed, Scopus, dan Web of Science. Analisis dilakukan untuk periode terbitan mulai tanggal 1-1-2020 sampai dengan tanggal 16-3-2022. Kata kunci pada pencarian adalah COVID-19, Coronavirus, SARS-CoV-2, Coronavirus Disease-19, stroke, CVA (cerebrovascular accident), brain MRI, head MRI, magnetic resonance imaging, antithrombotic agent, thrombectomy. Analisis dikerjakan mengikuti panduan PRISMA. Tipe publikasi yang dianalisis adalah laporan kasus atau seri kasus pada pasien dewasa dan publikasi ditulis dalam Bahasa Inggris.

Dari analisis tersebut, didapatkan 23 publikasi, dengan jumlah pasien sebanyak 25 orang dari kawasan Amerika Utara, Eropa, Asia, Timur tengah, Afrika, dan Amerika Selatan. Rerata usia pasien-pasien tersebut 49,5 tahun. Diantara pasien-pasien tersebut, 8 adalah pasien COVID-19 asimptomatik dan selebihnya merupakan pasien COVID-19 simptomatik. Gejala dan tanda pada pasien simptomatik diantaranya demam, gangguan pernapasan, pneumonia, dan diare. Diagnosis COVID-19 ditegakkan melalui pemeriksaan RT-PCR dan beberapa melalui pemeriksaan antibodi dari usap saluran pernapasan serta gambaran radiografi paru-paru. Pada pasien stroke dengan COVID-19 simptomatik, penurunan kesadaran, gangguan motorik dan/ atau sensorik serta gangguan memori merupakan tanda dan gejala yang paling sering ditemukan. Sedangkan pada 8 pasien stroke dengan COVID-19 simptomatik, dilaporkan adanya peningkatan kadar D-dimer, dan beberapa pasien juga disertai peningkatan level fibrinogen. Resolusi penuh didapatkan lebih tinggi enam kali lipat pada pasien simptomatik bila dibandingkan dengan pasien yang asimptomatik. Sedangkan angka mortalitas lebih rendah pada pasien simptomatik dibandingkan asimptomatik. Hasil analisis magnetic resonance imaging menunjukkan bahwa kelainan paling banyak ditemukan pada area otak bagian lobus parietalis dan frontalis kiri, dengan kelainan pada arteria serebri kiri maupun percabangannya. Terapi yang diberikan meliputi trombektomi dengan ataupun tanpa obat-obat anti-trombotik.

Penelitian lanjutan tersebut diharapkan akan dapat memberikan data yang lebih akurat mengenai efek stroke, baik sebagai penyakit penyerta maupun komplikasi terhadap prognosis pasien-pasien dengan COVID-19. Diharapkan hasil studi tinjauan sistematik ini dapat menjadi landasan awal bagi studi-studi lanjutan yang dapat menjelaskan mekanisme dasar maupun terapan pada diagnosis dan tata-laksana stroke pada pasien-pasien COVID-19.

Penulis: Prof.  Viskasari P. Kalanjati, dr., M.Kes., PA(K)., Ph.D.

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Pamungkas, D.B.B., Kalanjati, V.P., Abdurachman. 2023. Characteristics and outcomes amongst stroke patients in symptomatic and asymptomatic COVID-19: a systematic review. Bali Medical Journal 12(2): 2204-2227. DOI: 10.15562/bmj.v12i2.4546

AKSES CEPAT