51动漫

51动漫 Official Website

Karaterisasi Helicobacter pylori tylA dan Hubungannya dengan Kepadatan Bakteri

Foto oleh Naturheilkunde und Naturheilverfahren Fachportal

Gastritis adalah salah satu penyakit yang paling umum dilaporkan. Gastritis melibatkan proses inflamasi yang mempengaruhi mukosa dan sub-mukosa lambung. Secara patologis, gastritis dapat diamati sebagai infiltrasi sel-sel inflamasi di mukosa atau submukosa lambung  Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa gastritis berkontribusi terhadap diagnosis pada sekitar 46% dari semua pasien yang dirujuk  untuk endoskopi bagian atas. Berdasarkan laporan terbaru, gastritis menduduki peringkat keenam dari 10 besar penyakit pada pasien rawat inap dan peringkat ketujuh, skenario kasus rawat jalan. Secara umum, gastritis disebabkan oleh ketidakseimbangan antara faktor protektif dan agresif pada mukosa lambung. Salah satu patogen yang paling umum terkait dengan gastritis adalah Helicobacter pylori (H. pylori).

Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa H. pylori dengan daya virulensi rendah ditandai dengan adanya cagA-negatif, vacA s2, tidak adanya babA, dan oipA tipe off yang dapat mempertahankan kemampuan kolonisasi dan menginduksi peradangan, menunjukkan  keterlibatan faktor virulensi lainnya juga mulai dideteksi. Salah satu faktor virulensi  presumtif ini adalah toksin tlyA. tlyA pada H. pylori merupakan toksin yang homolog dengan hemolisin dan sitolisin yang dihasilkan oleh Serpulina hyodysenteriae, Escherichia coli, Mycobacterium tuberculosis, Staphylo coccus aureus, Vibrio cholerae, Leptospira interrogans, dan beberapa bakteri lainnya. Toksin TlyA dan aktivitas hemolisisnya memainkan peran penting dalam patogenesis berbagai bakteri. Misalnya, toksin tlyA pada S. hyodysenteriae merupakan faktor virulensi utama, yang telah terbukti menjadi penyebab utama diare mukohemoragik dan penyakit nekrotik usus. Namun, tlyA pada H. pylori belum dikarakterisasi secara jelas, hanya sedikit penelitian yang berfokus pada penelitian tlyA pada H. pylori.

Berdasarkan dari gambaran tersebut, peneliti dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, RSUD Dr. Soetomo, 51动漫 berhasil mempublikasikan hasil penelitiannya pada jurnal Internasional terindeks Scopus, yaitu Digestive Disease dengan melakukan analisis dan berhipotesis bahwa tlyA pada H. pylori mungkin memainkan peran penting dalam kolonisasi H. pylori di mukosa lambung. Sebanyak 105 sampel DNA H. pylori diisolasi dari 1.172 pasien dispepsia yang menjalani pemeriksaan endoskopi di 19 kota di Indonesia selama  Agustus 2012-Maret 2017. Biopsi lambung dilakukan pada bagian antral dan korporal. Isolasi H. pylori menggunakan jaringan lambung antral sedangkan, penilaian histologis dilakukan dengan menggunakan jaringan lambung antral dan korporal. Analisis urutan tlyA menggunakan data seluruh genom yang digunakan sebelumnya. Singkatnya, data mentah FASTQ terlebih dahulu dipangkas untuk mendapatkan data urutan yang baik menggunakan trimmomatic. Data urutan yang berkualitas baik kemudian dirangkai menggunakan software SPAdes versi 3.12. Uji homologi dilakukan dengan menu ringkasan Pairwise Alignment pada software Bioedit 7.2. Alur kerja diikuti untuk mendapatkan sampel yang digunakan untuk analisis deskriptif tlyA.

Hasil penelitian melaporkan bahwa di antara 105 sampel H. pylori yang dianalisis terdapat tlyA di semua isolat (105/105; 100%). Mengingat masih minimnya kajian analisis sekuen H. pylori tlyA, selanjutnya dilakukan analisis uji homologi dengan menu ringkasan Pairwaise Alignment pada software Bioedit 7.2 dan mengamati bahwa identitas berkisar dari 90,96% menjadi 99,15%, menunjukkan bahwa urutan yang diperoleh benar-benar tlyA. Selain itu, kami membangun pohon filogenetik untuk menguji distribusi karakteristik H. pylori tlyA pada tingkat populasi dengan penambahan 4 galur referensi yang diperoleh dari GenBank. Dalam penelitian ini, peneliti berhasil mendeteksi korelasi yang signifikan antara tlyA dan kepadatan H. pylori di antrum namun, tidak dengan kepadatan H. pylori di korpus. Produksi asam lambung yang tinggi di korpus diyakini membuat pH lingkungan semakin asam. Fakta ini menunjukkan bahwa kemampuan bertahan hidup H. pylori lebih rendah daripada di antrum. Kelangsungan hidup yang lebih rendah ini mungkin mengurangi efek tlyA dalam menginduksi kerusakan pada area korporal jika dibandingkan dengan di antrum. Peneliti juga mengungkap bahwa ada dua varian tlyA ditemukan dengan analisis filogenetik, dilambangkan sebagai tlyA1 dan tlyA2. Urutan asam amino yang dikodekan oleh setiap varian tlyA menunjukkan pola yang khas dan cenderung menunjukkan asosiasi geografis. Hubungan yang signifikan dengan kepadatan bakteri menunjukkan bahwa tlyA memainkan peran penting dalam proses kolonisasi daripada keparahan gastritis.

Penulis: Muhammad Miftahussurur

Informasi detail dari penelitian ini dapat dilihat pada link artikel berikut:

AKSES CEPAT