UNAIR NEWS – Masih dalam suasana peringatan hari raya Idulfitri 1439 H, Fakultas Kedokteran 51动漫 (FK UNAIR) menggelar acara halalbihalal di Graha BIK-IPTEKDOK, Senin (25/6). Suasana acara silaturahim berlangsung hangat serta meriah oleh penampilan karawitan anggota Dharmawanita FK UNAIR.
Tenaga kependidikan serta sejawat dokter dari kalangan guru besar, staf dosen, hingga mahasiswa bersalaman satu sama lain. Acara kian lengkap dengan hadirnya ustaz Muhammad Sholeh Drehem, LC., Mag di tengah tamu undangan.
Dalam tausyiahnya, ustaz Muhammad Sholeh Drehem menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antar sesama.
淪ebutan halalbihalal tampaknya telah menjadi tradisi di Indonesia. Padahal di negara timur tengah seperti Mekah, Madinah, Yaman, hingga Dubai, tidak ditemukan nuansa silaturahim seperti ini. Inilah bentuk ijtihad para pendahulu kita untuk menyempurnakan ketaqwaan kita setelah sebulan penuh beribadah di bulan puasa,漸ngkapnya.
Wujud ketaqwaan seseorang tidak hanya dengan beribadah kepada Tuhan saja. Nilai ketaqwaan akan semakin sempurna ketika seseorang mampu menjaga hubungan baik dengan sesama.
淥rang mutaqin itu nggak gampang marah, nggak mudah tersinggung dan menaruh dendam. Ketika ada orang lain berbuat khilaf ke kita dan kita dengan ikhlas memaafkannya bahkan sebelum mereka minta maaf, maka itulah wujud ketaqwaan yang sebenarnya, ungkapnya.
Uztaz Muhammad Sholeh Drehem menyuplik sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallaahu榓nhu, bahwa Rasulullah Shallallahu 榓laihi wa sallam pernah bersabda, 淧intu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis.
Maka akan diampuni semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatupun. Kecuali dua orang laki-laki yang terdapat permusuhan antara dia dengan saudaranya. Maka dikatakan, tangguhkan oleh kalian kedua orang ini, sampai keduanya berdamai.
Di pengujung acara, ratusan tamu undangan bersalaman dengan jajaran dekanat FK UNAIR. Tampak hadir pula Wakil Rektor I UNAIR Prof. Djoko Santoso, dr., PhD., Sp.PD, K-GH, FINASIM serta para sesepuh dan Dekan FK UNAIR beberapa periode sebelumnya. (*)
Penulis : Sefya Hayu Istighfaricha
Editor : Binti Q. Masruroh





