Gestational Trophoblastic Neoplasia (GTN) terdiri dari serangkaian keganasan yang ditandai dengan proliferasi abnormal jaringan trofoblas janin. Lesi GTN mengacu pada kelas lesi ganas yang memiliki gambaran histopatologi berbeda, termasuk diantaranya yaitu mola hidatidosa, koriokarsinoma, Placental Site Trophoblastic Tumor (PSTT), dan Epitheloid Trophoblastic Tumor (ETT). Biasanya GTN muncul secara terpisah, namun pada beberapa kasus dapat ditemukan kasus GTN campuran dengan kombinasi histologis PSTT, ETT, atau koriokarsinoma.
PSTT merupakan bentuk dari Gestational Trophoblastic Disease (GTD) yang langka. Presentase kejadian penyakit ini sebesar 0.23% dari total GTD dan 1-2% dari total GTN. Presentase kasus koriokarsinoma juga dapat dikatakan terbatas. Sehingga pengumpulan data mengenai kejadian GTN campuran menjadi lebih sulit karena kelangkaan penyakit ini.
Tim dokter dari divisi onkologi ginekologi departemen obstetri dan ginekologi RSUD Dr.Soetomo, melaporkan adanya kasus pasien wanita berusia 26 tahun dengan PSTT dan koriokarsinoma. Dari hasil pemeriksaan, didapatkan kadar beta-human chorionic gonadopropin (尾-丑颁骋) pasien tetap meningkat meskipun telah mendapatkan terapi dengan rejimen kemoterapi agen tunggal. Pasien menjalani serangkaian perawatan kemoterapi dan dua kali operasi.
Pemeriksaan histopatologis tumor rahim menjukkan koriokarsinoma, sementara hasil histerektomi menunjukkan PSTT. Setelah histerektomi, kadar 尾-丑颁骋 pasien terus meningkat karena resistensi kemoterapi, EMACO (etoposide, methotrexate, actinomycin-D. cyclophosphamide, vincristine), diubah menjadi EP-EMA (etiposide, cisplatin, etoposide, methotrexate, actinomycin-D). Setelah dua kali pemberian EP-EMA, kadar 尾-丑颁骋 menjadi normal kembali.
Dari kasus ini, dapat kita ketahui bahwa pada kasus koriokarsinoma dan PSTT yang terjadi bersamaan, mungkin akan sulit mendiagnosis pasien tersebut dengan tepat pada gejala awal. Evaluasi histologis dan pertimbangan komponen PSTT yang ada harus dilakukan pada pasien dengan koriokarsinoma yang resisten terhadap kemo dan refrakter. Sebaliknya, pasien PSTT dengan kadar 尾-丑颁骋 yang tinggi, harus dicurigai kemungkinan adanya koriokarsinoma.
Ahli patologi harus meninjau spesimen dengan hati-hati untuk memastikan kemungkinan adanya koriokarsinoma dan PSTT secara bersamaan. Perawatan terbaik untuk koriokrsinoma dengan PSTT adalah dengan operasi yang dikombinasikan dengan kemoterapi. Kasus-kasus langka seperti ini perlu dilaporkan untuk meningkatkan diagnosis dan penalataksanaan yang tepat untuk pasien.
Penulis: Dr. Brahmana Askandar Tjokroprawiro, dr., Sp.OG.
Artikel lengkapnya dapat dibaca melalui link berikut: https://www.balimedicaljournal.org/index.php/bmj/article/view/4718
https://scholar.unair.ac.id/en/publications/synchronous-placental-site-trophoblastic-tumor-and-choriocarcinom





