Pada kehamilan terjadi serangkaian perubahan hormonal yang menyebabkan tubuh wanita mengalami berbagai perubahan fisik dan fisiologi, termasuk masalah mulut yang berhubungan dengan jaringan penyangga gigi (jaringan periodontal). Selama masa kehamilan hormon esterogen dan progesteron pada ibu hamil meningkat yang ditandai dengan perubahan fisiologis seperti rasa malas dan nausea/mual yang dan muntah di pagi hari (morning sickness), terutama pada awal masa kehamilan sehingga ibu hamil sering mengabaikan kebersihan gigi dan mulut dan tidak dipandang sebagai prioritas yang dapat mengakibatkan masalah kesehatan gigi dan mulut yang pada akhirnya bisa mempengaruhi kesehatan jaringan periodontal. Penyakit periodontal pada ibu hamil memungkinkan adanya efek buruk kehamilan seperti prematuritas, bayi berat lahir rendah, preeklamsia, dan keguguran.
Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kebersihan rongga mulut dengan keparahan penyakit periodontal sehingga dapat dijadikan pedoman dalam melakukan tindakan preventif dan kuratif. Diharapkan kedepan angka penyakit periodontal pada ibu hamil dapat menurun secara signifikan sehingga dapat meningkatkan kualitas kehamilan ibu. Penelitian yang dilaksanakan menggunakan metode cross sectional pada ibu hamil ibu hamil di wilayah Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Relawan ibu hamil mencakup 26 orang ibu hamil 17-45 tahun yang dilakukan wawancara dengan kuesioner terstruktur untuk mendapatkan data sosiodemografi dan kebiasaan menjaga kebersihan mulut. Data riwayat kehamilan tambahan diambil dari rekam medis puskesmas. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan klinis mengenai tingkat kebersihan rongga mulut (Oral Hygiene Indeks Simplified (OHI-S)) dan tingkat gingivitis (Gingival Indeks (GI)).
Dari hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa seluruh ibu hamil (100%) memiliki kebiasaan menyikat gigi 2-3 kali sehari, namun temuan mengungkap Indeks tingkat kebersihan rongga mulut tingkat sedang sebanyak 54% dan buruk mencapai 35%. Selanjutnya, hasil pengukuran status penyakit gingivitis, didapatkan 100% ibu hamil mengalami gingivitis. Sebanyak 46% mengalami gingivitis sedang, sedangkan 19% mengalami gingivitis berat. Hubungan antara tingkat kebersihan rongga mulut terhadap gingivitis ibu hamil sangat tinggi yaitu sebesar 58,6%. Perubahan hormonal mempengaruhi kesehatan rongga mulut ibu hamil sebesar 60%. Ibu hamil juga tidak nyaman saat menyikat gigi karena mual sehingga sering mengabaikan kebersihan gigi dan mulut yang pada akhirnya bisa mempengaruhi kesehatan jaringan periodontal. Pada fase kehamilan respon terhadap gingivitis pada fase kehamilan ini bahkan meningkat walaupun dengan faktor lokal iritasi yang relatif kecil.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, disarankan agar program promosi kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil di fasilitas kesehatan tingkat pertama harus direncanakan mulai tahap awal kehamilan untuk memberikan pendidikan tentang pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut dan perawatan penyakit periodontal, terutama bagi ibu hamil dengan berisiko tinggi.
Oleh : Dr. Shafira Kurnia, drg., Sp.Perio(K)
Sumber:





