Pakar forensik memanfaatkan post mortem indikator yang dapat membantu proses identifikasi kerangka tubuh dengan identitas yang tidak diketahui. Setelah indikator ini ditetapkan, identitas kerangka tubuh yang tidak diketahui itu bisa dibandingkan dengan data ante mortem yang dikumpulkan dari keluarga dengan orang hilang.
Estimasi usia adalah kunci parameter untuk proses identifikasi, diperlukannya akurasi dan keandalan dalam prosesnya. Menurut relevasi forensik, data estimasi usia dari identitas yang tidak diketahui adalah berkisar 18 tahun atau lebih. Di Peru dan negara lain, 18 tahun atau lebih adalah usia seseorang yang secara hukum telah dewasa, dan konsekuensi pidananya berubah secara signifikan. Dengan demikian, estimasi usia merupakan indikator penting untuk identifikasi, terutama jika anak tersebut adalah pengungsi dari usia yang tidak pasti.
Beberapa indikator digunakan untuk memperkirakan usia sisa-sisa kerangka manusia, seperti fase awal perubahan morfologi pada tulang rusuk ujung sternum dan simfisis pubis, dan perkembangan gigi.
Perkembangan akar molar ketiga sangat ekstensif digunakan untuk estimasi usia pada sub dewasa dan orang dewasa muda. Dengan demikian, perkembangan molar ketiga yang di kombinasikan dengan perkembangan kerangka merupakan metode yang memadai untuk memperkirakan usia. Penelitian lain telah menemukan bahwa perkembangan molar ketiga akurat dan sangat berkorelasi dengan usia kronologis. Selain itu, beberapa peneliti telah menunjukkan bahwa perkembangan gigi bervariasi antara populasi yang berbeda, membuat studi populasi-spesifik diperlukan.
Tujuan untuk menunjukkan hubungan antara perkembangan akar molar ketiga dan usia kronologis Peru dari 13 sampai 23 tahun adalah untuk mengetahui perubahan bentuk gigi, kelainan pada posisi gigi dan kerusakan email dan/atau dentin, dan deformitas gambar yang mempengaruhi visualisasi molar ketiga. Sampel akhir terdiri dari 1367 radiografi panoramik. Dari jumlah tersebut, 580 adalah pasien laki-laki dan 787 pasien perempuan. Usia paparan berkisar antara 13 hingga 23 tahun (Usia rata-rata: 17,69, SD 3,21). Radiografi panoramik diambil dengan Planmeca Promax 2D (Planmeca, Helsinki, Finlandia) dioperasikan dengan sensor CCD dengan parameter paparan 76 kV, 6 mA dan 11 detik waktu paparan.
Dalam penelitian analitik retrospektif ini, sampel terdiri dari 1367 radiografi panoramik dari orang-orang dengan usia kronologis dan jenis kelamin yang diketahui. Pengembangan akar diklasifikasikan melalui tahapan Demirjian. Kesepakatan intra-pengamat ditentukan menggunakan statistik Kappa. Regresi linier sederhana dan berganda digunakan untuk memprediksi kronologis usia dari perkembangan akar molar ketiga.
Penulis: Dr. Dian Agustin Wahjuningrum, drg., Sp.KG(K)
Informasi lebih detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Suarez-Canlla Carlos A, Pauwels Ruben, Caballero-Cornejo Hugo H, Villa-Palomino Dayssi S, Or茅-De la Cruz Jhames I, Maria Eugenia Guerrero, Nathania Astri, Dian Agustin Wahjuningrum. [2023] Relation between the Stages of Root Calcification of Third Molars and Chronological Age of Peruvian People from 13 to 23 Years Old. 2023, Vol 16 No. 1, p 171-178.





