51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Kecerdasan Buatan Bantu Deteksi Kecacatan Alat Musik Recorder Secara Otomatis

Gambar 1. (a) Pola mulus. (b) Permukaan berpola namun masih dapat diterima. (c) Pola cacat yang tidak diterima.
Gambar 1. (a) Pola mulus. (b) Permukaan berpola namun masih dapat diterima. (c) Pola cacat yang tidak diterima.

Seruling atau recorder adalah suatu alat musik tiup yang sederhana, berbentuk silinder, dimana proses pembuatannya membutuhkan ketelitian tinggi. Permukaan bagian dalam recorder harus mulus dan bebas cacat agar menghasilkan nada yang tepat dan akurat. Di pabrik alat musik, inspeksi kualitas pada tahap quality control dilakukan secara manual, yaitu dengan mata. Personil kendali mutu harus melihat bagian dalam recorder untuk memeriksa kualitas permukaannya. Proses ini sangat melelahkan dan rentan terhadap subjektivitas manusia ketika dilakukan pada waktu yang lama.

Oleh sebab itu, penelitian ini, yang bekerja sama dengan industri alat musik, mengembangkan sistem inspeksi otomatis berbasis kecerdasan buatan untuk mendeteksi cacat pada bagian dalam recorder. Sistem ini menggunakan kamera industrial dan teknik pencahayaan khusus yang menyinari permukaan bagian dalam alat musik tersebut. Citra digital hasil tangkapan kamera kemudian diproses oleh model kecerdasan buatan yang berbasis ResNet50, yang berfungsi sebagai otak pendeteksi pola kecacatan. Penelitian yang dilakukan mengumpulkan lebih dari 4000 data citra digital yang terbagi menjadi dua kelas yaitu baik (OK) dan cacat (NG). Komputer dilatih untuk mengenali pola permukaan yang baik dan cacat. Kemudian model kecerdasan buatan tersebut akan diintegrasikan dengan mesin sehingga dapat digunakan sebagai sistem inspeksi visual otomatis.

Berdasarkan pengujian, sistem ini mampu membedakan permukaan bagian dalam dari recorder yang baik dan rusak dengan akurasi 95,7%. Selain itu, tingkat presisi dan sensitivitasnya mencapai sekitar 95“96%. Dengan kata lain, sistem inspeksi yang dikembangkan menunjukkan kemampuan yang sangat baik dalam mengenali pola kecacatan, dimana manusia sering salah dalam memberikan penilaian.

Teknologi ini diharapkan dapat menggantikan pemeriksaan visual konvensional yang rentan terhadap kelelahan dan subjektivitas manusia. Dengan otomatisasi ini, proses produksi menjadi lebih cepat, konsisten, dan efisien.

Penulis: Rizki Putra Prastio, S.Si., M.T.

Detail tulisan ini dapat dilihat di: ResNet50-Driven Quality Inspection for Recorder Musical Instrument.

AKSES CEPAT