51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Kekurangan Magnesium Terkait Retinopati Diabetes pada Diabetes Mellitus Tipe 2

Ilustrasi by CNN Indonesia

Diabetes mempengaruhi lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia dan diavetes  Mellitus tipe 2  ( DMT2) diperkirakan sebesar 95% dari semua kasus diabetes yang terdiagnosis. Retinopati diabetik (DR) merupakan penyebab utama gangguan penglihatan pada populasi usia kerja dengan DMT2. Patogenesis DR melibatkan mekanisme biokimia kompleks yang terkait dengan hiperglikemia. Ini termasuk stres oksidatif, dan pembentukan produk akhir glikasi lanjut (AGEs).

Magnesium adalah kation paling umum keempat dalam tubuh dan kation intraseluler kedua yang paling umum. Magnesium sangat penting dalam banyak proses biokimia mendasar, termasuk: metabolisme energi dan sintesis asam nukleat. Defisiensi Mg cukup umum dan multifaktorial. Prevalensi defisiensi Mg pada pasien DM diperkirakan 25-39%. Meskipun mekanisme pasti defisiensi Mg pada pasien dengan diabetes tidak sepenuhnya dipahami, diuresis osmotik berkontribusi untuk sebagian besar kehilangan Mg. Glukosuria pada keadaan diabetes mengganggu reabsorbsi Mg di tubulus ginjal dari filtrat glomerulus. Hipomagnesemia, pada gilirannya, dapat memperburuk kontrol glikemik pada pasien DMT2, karena terlibat dalam sekresi, pengikatan, dan aktivitas insulin.

Magnesium (Mg) terlibat dalam berbagai proses metabolisme dan dalam penelitian hewan percobaan; Mg telah menunjukkan peran penting dalam fungsi fisiologis mata. Kekurangan magnesium sering terjadi pada DMT2; dari beberapa publikasi sejak  1988 hingga September 2020, didapatkan. Sebanyak 3.227 pasien dari 17 studi yang menjadi acuan pada meta-analisis ini. Hipomagnesemia dikaitkan dengan peningkatan risiko pengembangan DR (OR 4,52 [2,08, 9,81], p=0,0001) pada pasien DMT2. Kadar Mg serum juga lebih rendah pada pasien dengan DR dibandingkan mereka yang tidak mengalami DR (MD “0,30 mg/dL [“0,44, “0,15], p<0,0001). Selain itu, kadar Mg serum lebih rendah pada pasien dengan DR proliferatif (PDR) dibandingkan dengan DR non-proliferatif (NPDR) (MD-0,21 mg/dL [“0,34, -0,09], p=0,0009). Analisis sensitivitas tinggalkan-satu-keluar tidak mengubah efek keseluruhan. Hipomagnesemia atau kadar Mg serum yang rendah pada pasien DMT2 meningkatkan risiko terjadinya DR., komplikasi jangka panjang DMT2 juga memiliki morbiditas yang signifikan dan mempengaruhi kualitas hidup pasien tersebut. Retinopati diabetik adalah komplikasi neurovaskular diabetes yang sangat spesifik dan merupakan penyebab paling umum gangguan penglihatan pada populasi usia kerja.

Penulis: Ronald Pratama Adiwinoto, Robert Dwitama Adiwinoto, Jongky Hendro Prajitno

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di :

Link jurnal :

International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol. 10, No. 3, September 2021, pp. 565~573 ISSN: 2252-8806, DOI: 10.11591/ijphs.v10i3.20916

AKSES CEPAT