51动漫

51动漫 Official Website

Kelompok Randualas KKN-BBM UNAIR Revitalisasi Tari Ritual Tok Tok Bruk

Kelompok Randualas KKN-BBM UNAIR Revitalisasi Tari Ritual Tok Tok Bruk. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS Sebagai mahasiswa, kewajiban untuk berkontribusi dalam menjaga serta melestarikan budaya nasional merupakan hal yang patut diusahakan. Hal tersebut merupakan kewajiban moral bagi insan berpendidikan, terutama mereka yang menempuh bangku universitas. Tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, keilmuannya pun harus berdampak pada sekitar.

Melihat itu, pada kegiatan Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Masyarakat (KKN-BBM) ke-66 51动漫 (UNAIR), Kelompok Randualas melakukan pengabdian di Kabupaten Madiun dengan berkegiatan yang berkenaan dengan revitalisasi budaya asli Desa Randualas, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, yaitu Tok Tok Bruk.

淭ujuan melakukan revitalisasi adalah untuk meningkatkan daya tarik pemuda desa terhadap Tok Tok Bruk sekaligus agar budaya tersebut menjadi lestari dan dapat menjadi identitas budaya, pungkas Ketua Kelompok 4 Randualas KKN-BBM, Taufiqurrahman, kepada UNAIR NEWS (8/8).

Sebagai tambahan, Tok Tok Bruk merupakan ritual khas yang dilakukan oleh masyarakat Desa Randualas sejak tahun 1965 dan terakhir ditampilkan pada tahun 1985. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengusir pagebluk (wabah penyakit) yang menyerang ketika itu dan ditandai dengan munculnya ketukan pintu serta cap lima jari tepat di pintu rumah oleh makhluk berwujud wanita cantik.

淭ok Tok Bruk dikemas lagi menjadi ritual khas Desa Randualas tanpa menghilangkan kekhasan budaya tersebut, ungkapnya

Pada saat itu, Tim Randualas berusaha menyelenggarakan kembali kegiatan yang telah lama hilang tersebut. mereka mencoba untuk mengkonsep serta menjadi penyelenggara kegiatan yang bertajuk pagelaran sendratari dengan penampilan spesial, yaitu Tari Ritual Tok Tok Bruk. Dengan waktu singkat, mereka diharuskan menggali informasi mengenai ritual tersebut dengan melakukan diskusi kepada sesepuh dan berbagai narasumber.

淪emuanya kami laksanakan dengan perlahan dan dengan pertimbangan beberapa pihak terkait termasuk pemerintahan Desa Randualas, tambah mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR tersebut.

Tidak hanya pagelaran budaya, kegiatan tersebut pun menjadi magnet tersendiri bagi UMKM sekitar untuk menjual dagangannya. Tak ayal, kegiatan pagelaran menjadi bazar dadakan sehingga suasana desa mampu hidup kembali. Dampaknya, ratusan masyarakat berbondong-bondong menengok acara yang telah sekian lama tidak ditampilkan di Desa tersebut.

Selain itu, Tim Randualas berharap agar budaya khas Desa Randualas tetap berlangsung dan menjadi ikon yang menarik perhatian wisatawan untuk hadir. Mengingat daerah Kecamatan Kare merupakan lingkar wilis yang sangat berpotensi untuk digunakan sebagai tempat wisata.

淜ami juga merasa bahagia karena harapan dari para sesepuh Desa Randualas dapat terwujud agar budaya Tok Tok Bruk ini tidak dihilangkan dan lenyap begitu saja, tutupnya.

Penulis: Afrizal Naufal Ghani

Editor: Nuri Hermawan

AKSES CEPAT