Cedera pergelangan kaki merupakan salah satu cedera olahraga yang paling sering terjadi. Hampir setengah dari seluruh cedera olahraga melibatkan pergelangan kaki, dan sebagian kasus dapat berujung pada cedera berat. Kondisi ini lebih banyak dialami oleh atlet perempuan, terutama yang aktif dalam olahraga dengan lompatan, akselerasi cepat, dan perubahan arah mendadak.
Salah satu faktor yang sering diabaikan dalam cedera pergelangan kaki adalah kelonggaran sendi atau joint laxity. Sendi yang terlalu longgar dapat membuat pergelangan kaki lebih mudah terkilir, sulit stabil, dan rentan mengalami cedera berulang. Untuk memahami hal ini, sebuah studi dilakukan pada 168 atlet profesional perempuan yang dievaluasi riwayat cedera dan kondisi sendinya.
Dari seluruh sampel, sebanyak 141 atlet (80%) pernah mengalami cedera, dan cedera pergelangan kaki merupakan yang paling banyak ditemukan, yaitu 28% dari seluruh cedera. Hasil ini mempertegas bahwa pergelangan kaki adalah area paling rentan pada atlet, khususnya mereka yang aktif berlari atau melompat.
Penelitian ini menilai kelonggaran sendi menggunakan Beighton score, sebuah metode sederhana untuk mendeteksi hipermobilitas. Hasilnya cukup menarik: dari atlet yang memiliki riwayat cedera pergelangan kaki, 83% menunjukkan Beighton score positif, yang mengindikasikan kelonggaran sendi yang lebih tinggi. Bahkan pada atlet yang tidak memiliki riwayat cedera sebelumnya, 50% tetap memiliki kelonggaran sendi, menunjukkan bahwa risiko cedera bisa muncul meski belum pernah cedera sebelumnya.
Selain itu, kondisi pergelangan kaki juga dinilai menggunakan AOFAS score, sebuah sistem penilaian fungsi dan stabilitas. Dari 48 atlet dengan cedera pergelangan kaki, 75% memiliki fungsi kaki kategori 渂aik, sementara 25% berada pada kategori 渟angat baik. Meski sebagian besar atlet masih dapat berfungsi dengan baik, adanya riwayat nyeri saat aktivitas olahraga menunjukkan bahwa kelonggaran sendi tetap memengaruhi performa dan risiko cedera ulang.
Temuan penelitian ini memberi pesan penting: kelonggaran sendi tidak boleh diremehkan. Atlet dengan kelonggaran sendi dan riwayat cedera pergelangan kaki memiliki risiko lebih tinggi mengalami cedera berulang. Cedera berulang berpotensi menyebabkan osteoartritis dini, penurunan performa, hingga henti karier pada usia muda.
Upaya pencegahan perlu menjadi bagian penting dalam latihan atlet profesional. Pemeriksaan fisik rutin, penguatan otot penyangga pergelangan kaki, serta program latihan keseimbangan merupakan langkah yang dapat membantu menurunkan risiko cedera. Dengan evaluasi yang tepat, atlet dapat menjalani latihan yang lebih aman dan performa lebih optimal.
Penulis : Andre Triadi Desnantyo, Reyhan Pradnya Pradana, Vincent Gunawan
Judul Artikel : Score analysis of ankle joint laxity and the incidence of ankle injury in professional female athletes: A retrospective study
Jurnal : Journal of Human Sport and Exercise
Tautan :





