51动漫

51动漫 Official Website

Kemampuan Anti-Periodontopatogen Ekstrak Etanol Daun Mangrove

Foto oleh biodiversitywarriors.kehati.or.id

Periodontitis merupakan penyakit multifaktorial yang menyebabkan peradangan pada jaringan periodontal. Periodontitis kronis diinduksi oleh mikroorganisme yang merangsang respon imun dan inflamasi pejamu. Studi Beban Penyakit Global baru-baru ini menunjukkan bahwa periodontitis parah adalah penyakit paling umum keenam di seluruh dunia, dengan prevalensi keseluruhan 11,2% dan sekitar 743 juta orang terjangkit, dan beban global penyakit periodontal meningkat 57,3% dari tahun 1990 hingga 2010. Penyakit periodontal, terutama antara derajat ringan dan sedang, sangat lazim pada populasi orang dewasa di seluruh dunia, dengan tingkat prevalensi sekitar 50%, sedangkan derajat parahnya meningkat terutama antara dekade ketiga dan keempat kehidupan, dengan prevalensi global sekitar 10 %.

Periodontitis dapat terjadi karena interaksi kompleks antara biofilm subgingiva dan respon imun pejamu yang berkembang pada jaringan gingiva dan periodontal sebagai respon terhadap serangan bakteri. Beberapa spesies bakteri patogen yang telah dikaitkan dengan perkembangan penyakit periodontal adalah Aggregatibacter actinomycetemcomitans (Aa), Porphyromonas gingivalis (Pg), dan Fusobacterium nucleatum (Fn). Adanya bakteri dalam jaringan gingiva setelah invasi menyebabkan infiltrasi beberapa sel inflamasi. Selain itu, plak gigi menyediakan sumber bakteri yang terus-menerus menyerang sebagai reservoir. Infeksi persisten seperti itu menyebabkan peradangan kronis dan kerusakan jaringan. Penyakit periodontal memiliki dampak yang signifikan terhadap kualitas hidup terkait kesehatan mulut (OH-QoL), terutama dengan memburuknya dan meluasnya penyakit yang menimbulkan konsekuensi destruktif yang lebih tinggi. Oleh karena periodontitis adalah penyebab utama kehilangan gigi pada populasi orang dewasa di seluruh dunia, pasien periodontitis berisiko kehilangan gigi multipel, edentulisme, dan disfungsi pengunyahan, sehingga mempengaruhi nutrisi, kualitas hidup, serta menimbulkan masalah sosial yang besar, dampak ekonomi dan biaya kesehatan. Perawatan periodontitis penting untuk menghilangkan infeksi di sekitar jaringan gigi dan juga untuk meningkatkan kesehatan sistemik secara umum.

Bahan alami saat ini sedang dikembangkan dalam mengobati periodontitis. Sebagai negara maritim, Indonesia memiliki potensi sumber daya alam pesisir yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan aktif dalam obat kumur. Salah satu tumbuhan pantai yang belum banyak diteliti adalah mangrove. Namun, berbagai spesies mangrove dari Avicennia, Bruguiera, Rhizophora, dan Xylocarpus umum dapat ditemukan di Asia. Salah satu jenis mangrove yang jarang diteliti di Indonesia adalah Aegiceras corniculatum. Selain itu, berbagai laporan menyatakan bahwa A. corniculatum memiliki aktivitas antibakteri terhadap patogen manusia seperti Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, Mycobacteria tuberculosis, Staphylococcus aureus, Vibrio harveyi, dan V. parahaemolyticus. Hal ini menunjukkan bahwa tanaman ini memiliki berbagai potensi kesehatan, khususnya sebagai penghasil senyawa antimikroba. Diduga A. corniculatum juga mampu menghasilkan senyawa antimikroba yang dapat digunakan sebagai bahan aktif dalam formulasi obat kumur untuk mencegah penyakit periodontal. Beberapa senyawa dalam A. corniculatum telah ditemukan memiliki potensi sebagai efek antiinflamasi dan anti-mikroba. Selanjutnya, dalam penelitian ini, senyawa aktif dari ekstrak daun mangrove Indonesia (A. corniculatum) (MLE) diselidiki untuk mengembangkan obat kumur berbasis herbal melalui model studi in silico dan in vitro.

Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa 100% MLE memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan F. nucleatum. Zona hambat yang paling luas dari F. nucleatum ditemukan pada pengobatan doksisiklin diikuti oleh 100%, 75%, 50%, dan 25%. Terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok perlakuan pada zona hambat F. nucleatum. Daya hambat 100% MLE terhadap bakteri F. nucleatum lebih tinggi dari 75%. Daya hambat pertumbuhan A. actinomycetemcomitans menunjukkan bahwa 100% MLE memiliki kemampuan penghambatan paling tinggi dibandingkan dengan yang lain. Zona hambat yang paling luas dari A. actinomycetemcomitans ditemukan pada pengobatan doksisiklin diikuti oleh MLE 100%, 75%, 50%, 25%. Terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok perlakuan pada zona hambat A. actinomycetemcomitans. Daya hambat 100% MLE terhadap A. actinomycetemcomitans lebih tinggi dari 75% MLE. 100% MLE juga menunjukkan kemampuan tertinggi dalam menghambat pertumbuhan P. gingivalis. Zona penghambatan P. gingivalis yang paling luas ditemukan pada pengobatan doksisiklin diikuti oleh MLE 100%, 75%, 50%, 25%. Terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok perlakuan pada zona hambat P. gingivalis. Daya hambat 100% MLE terhadap P. gingivalis lebih tinggi dibandingkan dengan MLE 75%.

Senyawa aktif dari MLE Indonesia (Aegiceras corniculatum) diselidiki untuk mengembangkan obat kumur berbasis herbal melalui studi in silico dan in vitro. Namun, studi lebih lanjut masih sangat diperlukan untuk menyelidiki ekstrak daun mangrove secara in vivo dengan berbagai metode. Sebuah studi kompleks harus dilakukan untuk menjelaskan mekanisme kompleks bagaimana ekstrak mangrove dapat mendorong regenerasi jaringan periodontal.

Penulis: Dr. Alexander Patera Nugraha, drg., M.Imun

Link lengkap:

AKSES CEPAT