UNAIR NEWS Kembangkan kapasitas diri mahasiswa, UKMKI 51动漫 gelar Improving Class. Kegiatan itu menyasar mahasiswa umum dan terselenggara pada Sabtu (14/10/2023) di Aula utama Masjid Nuruzzaman Kampus B UNAIR.
Program kerja itu merupakan kolaborasi antara Departemen Personalia, Departemen Hubungan Masyarakat, dan Departemen Syiar dan Kemakmuran Masjid UKMKI UNAIR. Menghadirkan Adri Suyanto S H sebagai pemateri, kegiatan itu berhasil menarik 30 lebih peserta.
Kegiatan itu mengangkat tema 淎gus Salim: Panutan Komunikasi untuk Generasi Mahasiswa”. Agus Salim sendiri merupakan salah seorang pahlawan muslim yang piawai dalam melakukan diplomasi.
Menurutnya, kegiatan ini memiliki relevansi yang kuat dengan kondisi saat ini bahwa public speaking menjadi dasar individu dalam melakukan komunikasi dan mengutarakan pendapatnya. Sosok Agus Salim menjadi salah satu tokoh besar yang mampu merepresentasikan kemampuan public speaking yang piawai pada masa ia menjadi seorang pelajar.
Mengulik Sejarah
Adri Suyanto, memaparkan bahwa kisah Agus Salim merupakan salah satu tokoh besar dengan peran penuh dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia menyampaikan bahwa Agus Salim merupakan role model yang sesuai dengan karakteristik pelajar saat ini yang cenderung tidak mau menderita.
Dalam penyampaiannya, Adri mengulik mengenai kehidupan sejarah. Agus Salim merupakan seorang yang tekun dan cerdas. Ia mengajukan beasiswa namun ditolak oleh pemerintah Belanda. Kartini yang memperoleh beasiswa namun tidak dapat berangkat, mendengar hal itu ingin mengalihkan beasiswa yang diterimanya untuk Agus Salim. Sayangnya, beasiswa yang dimilikinya pun ditolak.
淎gus Salim juga pernah menjadi mata-mata Belanda untuk Tjokroaminoto yang merupakan pendiri Sarekat Islam. Ini yang perlu kita teladani. Ia satu-satunya pemuda berpendidikan tinggi pada masanya yang mampu bekerja bersama Belanda dengan tetap meneguhkan keislaman dalam dirinya, jelas inspirator yang bergelar Sarjana Humor.
Alumni UNAIR ini juga menebalkan mengenai kemampuan diplomasi Agus Salim yang dapat diteladani. Agus Salim mempelajari banyak bahasa hingga menguasainya, sehingga mampu berperan sebagai diploma pada masa perjuangan kemerdekaan.
Penulis : Ilma Arrafi Nafi檃
Editor : Khefti Al Mawalia





