UNAIR NEWS – Kesehatan Mental merupakan hal yang penting dan perlu adanya kesadaran dari diri masing-masing. Dengan adanya hal tersebut, Departemen Pengabdian Masyarakat BEM KM 51 mengadakan webinar Know Your Mind. Webinar ini memiliki topik utama yaitu Make Peace With Yourself and Grow in Confidence yang dilaksanakan secara online melalui zoom meeting pada Minggu (15/10/2023).
Webinar ini merupakan serangkaian kegiatan dalam rangka memperingati kesehatan mental. Webinar itu berkolaborasi dengan Forum Diskusi (Fordis) dari Departemen Kajian Isu Strategis (Kastra) dan Airlangga Safe Space (ASAP). Kegiatan lain yang dilaksanakan meliputi campaign & challenge secara offline dan online. Ada juga perayaan world mental health day di Fakultas Psikologi serta bilik curhat berupa layanan konsultasi gratis.
Pada webinar ini, mengundang Dian Kartika Amelia Arbi M Psi., Psikolog selaku Dosen Fakultas Psikologi 51. Selain itu, telah hadir pula Nuram Mubina M. Psi., Psikolog selaku Psikolog Klinis menyampaikan materi dengan tema Why Do I Feel Like Im Never Enough dimana akan membantu peserta yang merasa kesulitan menerima diri sendiri.
Mitos dan Fakta Kesehatan Mental
Dian menyampaikan bahwa ada banyak kesalahan umum dalam mengartikan kesehatan mental, seperti menyalahkan individu. Masih ada juga masyarakat kita yang kemudian meremehkan gangguan kesehatan mental yang dialami oleh individu lain jelasnya.
Selain itu, tidak sedikit masyarakat yang beranggapan gangguan mental disebabkan oleh kurangnya ibadah dan bersyukur, sedangkan secara teori gangguan kesehatan mental disebabkan oleh multifaktor. Jadi ada faktor yang dari ranah psikologis, biologis, dan sosial. Yang kemudian dapat menjadi faktor orang tersebut mengalami gangguan kesehatan mental ungkapnya.
Secara penelitian beberapa risiko kesehatan mental yang banyak dialami masyarakat salah satunya depresi. Data riskesdas terakhir menunjukkan bahwa depresi menjadi gangguan tertinggi yang dialami oleh individu di usia produktif.
Sayangnya, seringkali masyarakat memiliki risiko melakukan diagnosis secara mandiri (self diagnose). Self diagnose sangat tidak disarankan. Karena apa? Ketika kita kemudian tidak mampu memiliki kewenangan untuk melakukan itu, maka dampaknya akan sangat berbahaya terangnya.
Kebiasaan yang dilakukan masyarakat adalah membaca informasi lalu merasa apa yang dibaca sesuai dengan apa yang dialaminya merupakan bentuk self diagnose. Sedangkan penegakan diagnosis dibutuhkan sebuah pemeriksaan lebih lanjut.

Pentingnya Kesehatan Mental
Lebih lanjut, Nuram menjelaskan cara menjaga kesehatan mental dengan memberikan afirmasi positif pada diri sendiri serta menuliskan hal-hal yang patut disyukuri. Menyadari kembali hal-hal yang patut disyukuri akan memberikan suasana hati yang lebih tenang ujarnya.
Cara sederhana lain yaitu dengan fokus satu pekerjaan pada satu waktu dan terbuka untuk berbagi cerita. Orang-orang yang banyak multi tasking nya itu juga bisa jadi mudah lelah dan juga bisa jadi kemarahannya tak terkendali karena dia tidak fokus ucap psikolog tersebut.
Setelah kesehatan mental terjaga, perlu adanya pengembangan untuk mengasah kemampuan diri berawal dari mengenali diri sendiri dengan mengetahui potensi yang dimiliki. Kemampuan mengenal diri sendiri ini sangat penting sih. Batasannya kita tuh sampai mana ungkapnya.
Tidak hanya itu, menambah pengetahuan literasi untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Menurutnya, dengan membaca jurnal pengetahuan yang didapat utuh, berbeda dengan menonton potongan video-video di sosial media.
Nuram juga menekankan merawat diri seperti meditasi dan olahraga penting karena fisik dan mental tidak bisa dilepaskan. Kita kena penyakit fisik itu, sangat mungkin kita kena gangguan psikologis. Dan gangguan psikologis itu bisa jadi juga akhirnya mengubah kondisi fisik kita pungkasnya.
Penulis: Meli Nor Arista
Editor: Feri Fenoria





