UNAIR NEWS – Meraih predikat sebagai wisudawan terbaik bukan hal baru bagi Dr. Djoko Soelistya, Ir., M.M. Sebelum yang sekarang ini, ia pernah menyabet predikat yang sama ketika menempuh studi diploma di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Tentunya senang dan bersyukur menjadi wisudawan terbaik. Artinya, usaha yang telah saya lakukan ini tidak sia-sia, tutur Dr. Djoko Soelistya, Ir., MM., yang lulus Program Doktor dari prodi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Sekolah Pascasarjana 51. Ia lulus dengan IPK 3,90.
Dalam disertasinya, Djoko mengangkat topik tentang penurunan komitmen suatu perusahaan. Hal ini dirasa penting karena pasca remunerasi ditingkatkan, pegawai menjadi malas. Penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja seseorang tidak hanya bergantung pada insentif, tetapi juga komitmen.
Saat menempuh kuliah program Doktor, ia juga mengajar mahasiswa S-1 dan S-2 di Universitas WR Supratman Surabaya. Sehingga Djoko, yang juga sebagai General Manager PT Maspion Industrial Estate tahun 2013-2016 itu, membagi waktunya sebagai praktisi dan pengajar.
Waktu pagi saya banyak di Maspion, sedangkan sorenya mengajar mahasiswa, katanya.
Ia memiliki motivasi yang berbeda dalam melanjutkan pendidikan hingga jenjang tertinggi ini. Saat kuliah program Master, Djoko didorong akan kebutuhan mengelola perusahaan yang diabdi. Sedangkan motivasinya untuk kembali ke kampus telah mendorong dirinya untuk melanjutkan kuliah lagi.
Setelah menjadi praktisi, saya ingin back to campus (kembali ke perguruan tinggi). Saya ingin kembali mengabdi dan membagi pengetahuan kepada para mahasiswa. Kesenangan hati ketika sedang mengajar mahasiswa, itu tak dapat dibohongi. Itu kebahagiaan tersendiri yang tidak ternilai dengan materi, imbuhnya.
Djoko berpegang pada tiga prinsip dalam menjalani hidup ini, yakni mendengar, merenung, dan berusaha yang terbaik. Karena itu ia berpesan sedapat mungkin setiap orang itu mengembangkan personal branding. Sebab baginya, personal branding adalah marketing jangka panjang kehidupan manusia.
Personal brand yang baik akan menunjukkan siapa orang itu. Misalnya, orang lain mengenalmu karena suatu ciri khas kepintaran, pengetahuan, atau fisik, tutur Dr. Djoko Soelistya. (*)
Penulis: Siti Nur Umami
Editor: Defrina Sukma Satiti





